RadarBanyuwangi.id – Dua ekor anjing yang selama ini ditampung di Dusun Trembelang, Desa/Kecamatan Cluring berhasil kabur dari dalam kandang. Diduga, kedua ekor anjing itu berhasil keluar dari kandang dan kabur pada Sabtu (7/12) malam.
Dengan hilangnya dua ekor anjing itu, berarti jumlah anjing yang kini ada di tempat penampungan itu tinggal 61 ekor. Sebelumnya, semua anjing yang disergap anggota Polresta Banyuwangi itu ada 64 ekor, tapi satu ekor anjing mati. “Gigi-gigi anjing mengenai pir pada penguncian pintu kandang dan lepas, kedua ekor anjing itu kabur pada malam hari,” ungkap Christian Joshua Pale founder Animal Hope Shelter (AHS) pada Jawa Pos Radar Genteng.
Menurut Christian, pada malam hari karyawan yang menjaga di tempat penampungan itu istirahat. Sehingga pengawasan lemah dan anjing agresif menggigiti rangka kandang yang kecil hingga rusak. “Banyak anjing yang menggigiti kandang,” cetusnya.
Anjing yang kabur itu lantaran stress akibat lama diikat menggunakan tali rafia, dan ditaruh dalam karung hingga berhari-hari. “Emosi anjing tidak stabil, banyak anjing yang ingin kembali ke rumah dulunya,” ujarnya.
Christian menyebut dua ekor anjing yang kabur itu sebelum trun surat penitipan (SP) dari Polresta Banyuwangi di berikan kepada AHS dan DMFI. “Pas awal-awal dibuka karungnya, dan di taruh ke kandang,” jelasnya.
Saat itu, jelas dia, banyak anjing yang berusaha kabur dengan menggigit rangka kandang. Namun, anjing itu berhasil ditangkap lagi dan dibawa ke ke tempat penampungan di Dusun Trembelang, Desa/Kecamatan Cluring. “Lolos dua, larinya kencang, kami tidak berhasil menangkap,” katanya.(cw2/abi)
Editor : Agus Baihaqi