Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Nasib Penampungan Anjing Tidak Jelas, Kades Minta Segera Diselesaikan dan Puluhan Anjing Dievakuasi

Redaksi • Senin, 2 Desember 2024 | 15:36 WIB
BERI MAKAN: Sejumlah karyawan dari Animal Hope Shelter memberi makan pada anjing-anjing yang berada ditempat penampungan di Dusun Trembelang, Desa/Kecamatan Cluring Minggu (1/12).
BERI MAKAN: Sejumlah karyawan dari Animal Hope Shelter memberi makan pada anjing-anjing yang berada ditempat penampungan di Dusun Trembelang, Desa/Kecamatan Cluring Minggu (1/12).

RadarBanyuwangi.id – Sudah dua minggu tempat penampungan dan kasus jual beli anjing di Dusun Trembelang, Desa/Kecamatan Cluring masih belum ada kejelasan dari Polresta Banyuwangi. Pihak Mustika dari Dog Meat Free Indonesia (DMFI) mendesak kepolisian untuk segera mengumumkan hasil pemeriksaan.

Menurut Mustika, Polresta Banyuwangi masih belum melakukan konferensi pers terkait kasus jual beli anjing. Meski pada Jumat (29/11), mulai ada titik terang. DMFI dan Animal Hope Shelter (AHS) mendapatkan surat penitipan (SP) dari Polresta Banyuwangi. “Kemarin Jumat kami diberi surat penitipan untuk tetap menjaga dan merawat barang bukti (BB),” terangnya.

Menurut Mustika, kasus tempat penampungan anjing yang smepat digerebek polisi ini masih mengambang. Kepolisian sepertinya masih belum serius kasus jual beli anjing yang terjadi di Dusun Trembelang, Desa/Kecamatan Cluring ini. “Mungkin karena waktunya masih Pilkada. Sehingga polisi masih sibuk,” cetusnya.

Sampai sekarang, terang dia, pembiayaan untuk merawat BB masih menggunakan uang dari DMFI dan AHS. Tanpa ada bantuan dari relawan, pihaknya merasa kesulitan. Apalagi, Kasus ini masih belum diselesaikan secara tuntas di Banyuwangi. “Sudah dua minggu kita di tempat penampungan, dan tidak sedikit juga yang kami keluarkan,” ungkapnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Dengan waktu yang berlarut-larut, ia khawatir masyarakat sekitar, tempat penampungan merasa risih akan situasi yang terjadi di tempat penampungan. “Meski warga sekitar baik-baik saja, saya juga merasa tidak enak, karena ini juga bukan tempat tinggal kami,” jelasnya.

Terkait kasus jual beli anjinng itu, Kepala Desa (Kades) Cluring, Sunarto, 57, menyampaikan tidak pernah mengeluhkan. “Kedua tersangka kebetulan sering membantu kegiatan lingkungan, kami juga tidak tahu sebelumnya kalau adanya penampungan anjing disitu,” ungkapnya.

Setelah mengetahui akan kasus tersebut, terang dia, pihaknya hanya memantau keadaan di tempat penampungan BB di Dusun Trembelang, Desa/Kecamatan Cluring. Pihaknya menghormati proses hukum yang dilakukan. “Kalau memang sudah jelas tersangkanya dan pasal yang disangkakan, mohon segera evakusi BB,” cetusnya.

BB yang berada di lokasi kejadian, imbuh dia, itu sudah lama. Apalagi, sudah dua minggu berada di tempatnya. Ia berharap pihak terkait untuk segera menyelesaikan kasus tersebut. “Kami masih menoleransi, tapi tetap berharap segera di pindah setelah kasus tersebut selesai,” pintanya.(cw2/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#Barang Bukti #anjing #Kepala Desa #Kades #mustika #polresta banyuwangi #warga #penitipan #penampungan #dievakuasi #pemeriksaan #DMFI