Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Antisipasi Banjir, PPA Standby 24 Jam Untuk Mengantisipasi Naiknya Debit Air

Redaksi • Senin, 2 Desember 2024 | 15:32 WIB
MEMBERSIHKAN: PPA di Korsda Tegaldlimo Fushen Salasa membersihkan sampah yang tersangkut di dam Desa/Kecamatan Tegaldlimo Minggu (1/12).
MEMBERSIHKAN: PPA di Korsda Tegaldlimo Fushen Salasa membersihkan sampah yang tersangkut di dam Desa/Kecamatan Tegaldlimo Minggu (1/12).

RadarBAnyuwangi.id – Untuk mengantisipasi naiknya debit air hingga menyebabkan banjir pada musim hujan kali ini, Korsda Tegaldlimo menyiagakan semua penjaga pintu air (PPA) di wilayahnya untuk standby 24 jam penuh.

Salah satu PPA di Korsda Tegaldlimo, Fushen Salasa, 41, mengaku selalu menjaga pintu air yang mengarah ke tiga kejuruan sekunder, yakni pintu air yang menuju ke Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo, Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, dan Grajagan, Kecamatan Prwoharjo. Tugas itu, dilakukan bersama Septa Dumawang, 34. “Kami tinggal di dekat sungai Oling River Food (Desa/Kecamatan Tegaldlimo), selalu standby 24 jam,” ujarnya.

Menurut Fushen, Tegaldlimo ini wilayah paling ujung timur untuk pengairan. Sehingga penugasaan pembagian air berbeda dengan wilayah lain. Saat debit air kecil, ia harus hati-hati membagi air ke tiga kejuruan tersebut. “Ketika pembagian harus musyawarah dengan jogotirto di setiap desa,” katanya.

Saat musim hujan datang, lanjut dia, ia segera menghubungi operator Dam Kali Setail yang berada di Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo untuk mengurangi debit air yang mengarayh ke sungai Oling River Food. Sehingga, air tidak berlebih ke pengairan sungai primer itu. “Saya telpone pperator di Dam Kali Setail untuk mengecilkan, dengan bantuan air hujan sudah cukup untuk mengalirkan air di tiga kejuruan,” cetus Fushen yang sudah lima tahun menjaga pintu air di Sungai Oling River Food itu.

Korsda pengairan Tegaldlimo, Untung, 57, menyampaikan saat ini di Dam Kali Setail sudah menggunakan pintu hydraulic. Sehingga, lebih mudah dan cepat untuk menghadapi situasi datangnya air yang tiba-tiba. “Sudah tiga tahun pintu hydraulic dipasang, sekarang petugas tinggal pencet sudah bisa terbuka maupun tertutup secara otomatis,” terangnya.

Di wilayah Korsda Tegaldlimo, lanjut dia, luas sawah aktif  pengguna air mencapai 6.442 hektar, sedangkan pintu kendali air masuknya berada di Sungai Oling River Food dengan tiga kejuruan, yakni Kedunggebang seluas 1.452 hektar dan Grajagan seluas 1.889 hektar. “Sedangkan Tegaldlimo dan Kalipait luasnya 2.741 hektar,” ungkapnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Dengan situasi hujan deras semalaman, imbuh dia, ada peningkatan debit air yang signifikan, yakni 1.500 kubik pada sungai Oling river food, yang awalnya 3.500 kubik menjadi sekitar 5.000 kubik. Sedangkan di tiga kejuruan, yakni di Kalipait meningkat 1.000 kubik, awalnya 1.500 kubik menjadi 2.500 kubik. “Kedunggebang naik dari 760 menjadi 1.000 kubik, sedang Grajagan dari 1.000 kubik menjadi 1.500 kubik,” jelasnya.

Untuk situasi saat ini, jelas dia, ada peningkatan debit air yang masuk. Namun, kondisi ini masih normal. PPA selalu siap siaga dalam 24 jam untuk mengontrol laju air yang masuk. “Untuk sistem irigasi di Tegaldlimo aman, di Genteng dan Bangorejo sudah ada kerusakan kecil pada sistem irigasinya,” pungkasnya.(cw2/abi)

 

 

 

Editor : Agus Baihaqi
#Musim Hujan #pintu air #banjir #antisipasi #dam #PPA #operator #debit air #Korsda #pengairan