Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dokter Hewan Sebut Berpotensi Terkena Virus Menular dan Membahayakan

Redaksi • Senin, 25 November 2024 | 18:46 WIB
BERI SUNTIKAN: Ketua PDHI wilayah Jatim IV Banyuwangi drh Risa Isna Fahziar menyuntik salah satu anjing yang diare di tempat penampungan anjing Dsn Trembelang, Desa/Kecamatan Cluring pada Rabu (20/11)
BERI SUNTIKAN: Ketua PDHI wilayah Jatim IV Banyuwangi drh Risa Isna Fahziar menyuntik salah satu anjing yang diare di tempat penampungan anjing Dsn Trembelang, Desa/Kecamatan Cluring pada Rabu (20/11)

RadarBanyuwangi.id – Warga yang tinggal di sekitar lokasi penampungan anjing di Dusun Trembelang, Desa/Kecamatan Cluring, tampaknya harus berhati-hati. Empat anjing yang ada di gudang itu, mengalami diare hingga berdarah. Itu diketahui setelah ada pemeriksaan fisik dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) wilayah Jatim IV Banyuwangi.

Diare hingga berdarah yang menimpa anjing itu, kemungkinan besar mengalami enteritis yang disebabkan infeksi bakteri, cacingan, perubahan makanan, dan stress. “Saya dihubungi Pak Christian Joshua Pale selaku Founder AHS (Animal Hope Shelter), katanya ada empat anjing yang sering mengalami diare hingga berdarah, lesu dan terluka pada bagian kaki,” ungkapnya seraya menyebut juga berkoordinasi dengan drh Artha Guntur selaku dokter hewan di wilayah Cluring dan Gambiran.

Bersama dengan Dog Meat Free Indonesia (DMFI) dan tim PDHI, terang dia, segera merespons dan melakukan pemeriksaan terhadap empat ekor anjing yang mengalami keluhan tersebut. “Sekitar Pukul 17.10, kami memeriksa anjing-anjing itu,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan, lanjut dia, sebagian besar anjing-anjing yang berada di rumah penampungan di Dusun Trembelang, Desa/Kecamatan Cluring itu mengalami enteritis, yang disebabkan infeksi bakteri, cacingan, perubahan makanan, dan stress. “Kalau luka di kaki akibat ikatan,” ujarnya.

Menurut drh Risa, kondisi secara umum 63 ekor anjing yang ada di rrmah penampungan itu baik dan terlihat happy. Anjing-anjing itu banyak yang sudah masuk kandang, sedang sebagian masih memakai leash atau harness. “Sebagian kecil di free Room dalam ruangan,” ungkapnya.

drh Risa menyebut, anjing-anjing itu memiliki potensi akan terjangkitnya virus Parvo atau Distemper. Sehingga dibutuhkan ketersediaan untuk tes kit Canin Parvo Virus (CPV tes kit) dan Canin Distemper Virus (CDV tes kit) guna memastikan kesehatannya. “Virus parvo dan distemper ini sangat berbahaya dan gampang menular,” ungkapnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Menurut drh Risa, pemeriksaan yang dilakukan itu sama sekali tidak dipungut biaya. Semua langkah yang diambil bukti nyata kepedulian pada hewan yang terlantar. “Kami tidak mengambil sepeserpun,” katanya.(cw2/abi)

 

Editor : Agus Baihaqi
#PDHI #virus menular #lokasi kejadian #anjing #makanan #membahayakan #warga asing #diare #dokter hewan #rumah penampungan #hewan #berdarah #warga #pemeriksaan fisik #stres #pemeriksaan