Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Empat Ruko Rusak Disapu Puting Beliung di Jalan Diponegoro Gambiran Banyuwangi

Salis Ali Muhyidin • Rabu, 20 November 2024 | 15:41 WIB
GOTONG ROYONG: Warga memindahkan atap kanopi milik Amalia Indah yang terbawa angin puting beliung di Jalan Diponegoro, Dusun Krajan 2, Desa/Kecamatan Gambiran Selasa (19/11).
GOTONG ROYONG: Warga memindahkan atap kanopi milik Amalia Indah yang terbawa angin puting beliung di Jalan Diponegoro, Dusun Krajan 2, Desa/Kecamatan Gambiran Selasa (19/11).

RadarBanyuwangi.id – Hujan deras dan angin kencang membuat tiga bangunan toko milik warga di Jalan Diponegoro, Dusun Krajan 2, Desa/Kecamatan Gambiran porak-poranda, Selasa (19/11). Tiga bangunan itu, milik jasa pengiriman barang dan tempat laundry milik Amalia Indah, 34; warung nasi goreng milik Hadi, 50, dan warung mie ayam milik Yanti, 49.

Tidak ada korban jiwa akibat angin kencang disertai hujan lebat pada pukul 13.00 itu. Warga yang saat itu sedang berjualan, berlarian sambil hujan-hujanan ke tengah sawah sebelah selatan RS Al-Huda, Gambiran. “Semuanya lari ke sawah, yang penting menjauh dari pepohonan dan bangunan,” kata Amalia Indah pada Jawa Pos Radar Genteng.

Amalia mengaku saat bencana alam itu terjadi sedang menemani anaknya makan di dalam ruko JNE miliknya. Saat itu, hujan baru turun dan tidak terlalu lebat. “Tiba-tiba anginnya kencang berjalan dari arah barat dengan suara gemuruh yang sangat kencang, setiap yang dilewati angin itu semuanya beterbangan, termasuk atap kanopi bangunan saya ini,” kata warga Dusun Lidah, Desa Gambiran itu sambil terus menangis.

Amalia mengaku masih shock lantaran saat atap kanopi miliknya ambruk, anaknya juga langsung menangis. Selain itu, atap bangunan yang terbang diterjang angin membuat air hujan langsung masuk ke rukonya. Dan itu membuat banyak barang rusak, seperti komputer dan tv. “Kerugian total sekitar Rp 15 jutaan,” ucapnya.

Pemilik bangunan lain, Hadi, 50, asal Kelurahan Tukang Kayu, Kecamatan Banyuwangi mengaku saat kejadian sedang tidak ada di lokasi. Ia baru mengetahui atap kanopi berukuran empat meter kali lima meter miliknya terbang dibawa angin setelah mendapat informasi dari warga. “Ada yang WA saya, saya terus ke sini,” ucapnya.

Semula, jelas dia, atap kanopi miliknya sempat jatuh di badan jalan, dan itu membuat arus lalu lintas tersendat. Kanopi itu oleh warga dipindah ke depan gerbang RS Al Huda. “Yang meminggirkan warga dan pengguna jalan,” ucapnya.

Salah satu petugas dari kantor Kecamatan Gambiran, Itnur Sugiyanto mengaku telah mendata seluruh bangunan yang terdampak itu. “Kami sudah asesmen, kemudian kami laporkan ke atasan. Untuk bantuan kita lihat dulu seperti apa, karena bangunan ini sejatinya menyalahi aturan, berada di sepadan jalan,” katanya singkat.(sas/abi) 

 

Editor : Agus Baihaqi
#gambiran #kanopi #puting beliung #mie ayam #informasi #aturan #warung #RS Alhuda #jne #jasa pengiriman #ruko #Badan jalan #laundry #SUARA #lokasi #Barang #warga #banyuwangi #bangunan #hujan deras #angin kencang #Gemuruh #kejadian