RadarBanyuwangi.id - Kasus penyelundupan anjing untuk konsumsi kembali mencuat, kali ini terjadi di Dusun Trembelang, Desa/Kecamatan Cluring, Banyuwangi.
Setelah dilakukan penggerebekan oleh komunitas pecinta hewan pada Sabtu (16/11), sejumlah anjing ditemukan mati mendadak akibat heat stroke sehari setelah penemuan.
Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jatim IV Banyuwangi, drh Risa Isna Fahziar, mengungkapkan bahwa kondisi anjing-anjing tersebut sangat memprihatinkan.
“Sebagian besar mengalami dehidrasi dan diduga terkena heat stroke parah. Salah satu anjing yang kami temukan bahkan sudah mati di lokasi,” ujar drh Risa pada RadarBanyuwangi.id melalui sambungan telepon, Senin (18/11).
Anjing yang mati menunjukkan tanda-tanda khas heat stroke yang diperparah oleh lingkungan yang tidak mendukung. Menurut drh Risa, panas ekstrem dan kekurangan oksigen menjadi penyebab utama.
“Beberapa anjing terlihat mengalami perubahan warna pada lidah dan gusi yang membiru, menunjukkan adanya anoksia atau kekurangan oksigen. Kondisi ini disebabkan oleh suhu tubuh yang melampaui batas toleransi fisik,” terangnya.
Di tempat anjing-anjing itu ditampung, mereka ditemukan dalam kondisi terikat dan dimasukkan ke dalam karung.
Ruangannya minim ventilasi, sesak, dan tidak memberikan akses yang memadai terhadap makanan dan minuman. Situasi ini diperburuk oleh perjalanan panjang selama beberapa hari.
“Penampungan yang pengap dan penuh sesak sangat memperburuk keadaan. Selain itu, proses transportasi dalam kondisi terikat meningkatkan risiko dehidrasi dan stres,” imbuh drh Risa.
Ia menegaskan bahwa tindakan segera perlu diambil untuk mencegah kematian lebih lanjut, termasuk memisahkan anjing-anjing tersebut ke tempat yang lebih layak. (gas)
Editor : Lugas Rumpakaadi