RADAR BANYUWANGI – Jajaran Polsek Gambiran, Banyuwangi, masih memburu pelaku aksi teror dengan cara melempar kaca pakai batu hingga pecah yang menimpa tiga warung dan satu rumah di Dusun Sumberjaya, Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, Jumat (8/11).
Kapolsek Gambiran AKP Badrudin Hidayat menyampaikan aksi lempar kaca yang terjadi pada Rabu (6/11) dini hari itu, secara resmi tidak dilaporkan ke polsek.
Tapi, anggotanya telah bergerak dengan melakukan penyelidikan. “Korban belum lapor, perangkat desa Cuma kordinasi,” katanya.
Kapolsek mengaku belum dapat informasi yang pasti terkait pelaku pecah kaca itu, termasuk jumlah orang yang telah memecah kaca tiga warung dan satu rumah itu.
Hasil penyelidikan yang dilakukan anggotanya, belum menunjukkan hasil. “Masih penyelidikan,” dalihnya.
Hanya saja, Kapolsek menduga aksi dua pemuda yang melemparti kaca warung dan rumah itu dalam keadaan mabuk.
“Biasanya pemuda pemuda di sekitaran pukul 04.00 itu melakukan aksi dalam keadaan mabuk,” cetusnya.
Salah satu korban aksi teror pecah kaca, Wahyu Slamet, 44, warga Dusun Sumberjaya, Desa Wringinagung, yang juga Ketua RT 04/RW 01, mengaku mendapat laporan warung baksonya dirusak dari tetangga sekitar pukul 04.00. “Rumah saya dengan warung sekitar 25 meter,” terangnya.
Dari keterangan tetangganya, jelas dia, pelakunya bukan dua orang, tapi tiga orang atau lebih dengan mengendarai sepeda motor pada hari Rabu (6/11) dini hari.
“Pagi-pagi saya datang kaca rombong warung sudah pecah dan pelaku sudah kabur,” ungkapnya.
Wahyu mendapatkan informasi dari teman-temannya di waktu yang hampir bersamaan, sejumlah pemuda dalam keadaan mabuk jatuh dari sepeda motor di jalan menuju Dusun Krasak, Desa/Kecamatan Tegalsari.
Meski belum dipastikan mereka itu pelakunya, tapi ciri-ciri pemuda tersebut mirip dengan pelaku aksi teror lempar batu.
“Ada kejadian ke arah Krasak di waktu yang berdekatan, namun masih belum dipastikan itu pelakunya apa bukan,” katanya.
Aksi pecah kaca ini sangat meresahkan masyarakat warga Dusun Sumberjaya, Desa wringinagung. Mereka dibuat cemas oleh aksi teror para pemuda ini.
“Akibat dari aksi teror lempar batu ini, banyak warga yang resah,” cetus Wahyu yang juga anggota Linmas di desanya.
Korban lainnya, Anna, 60, mengaku saat kejadian sedang tidak berada di rumah. Saat itu, ia berada di rumah saudaranya.
Kaca rumahnya pecah akibat lemparan batu dan sebagian telah ditambal dengan triplek. “Tapi masih ada yang bolong,” ujar janda itu. (cw2/abi)
Editor : Ali Sodiqin