Gara-gara tanah yang longsor akibat sering turun hujan deras itu, kondisi jembatan sangat membahayakan, terutama bagi kendaraan berat. “Kami mendapat laporan sekitar pukul 12.00, dan kita langsung bergerak,” kata anggota TRC BPBD Kabupaten Banyuwangi Wilayah Kecamatan Kalibaru, Muhammad Sholeh.
Dari hasil cek lapangan, terang Sholeh, tanah di samping jembatan itu longsor sepanjang enam meter dengan kedalaman yang ambrol lima meter.
Longsor ini diduga akibat curah hujan yang tinggi dan kondisi kontur tanah. “Kami menemukan retakan di plengsengan dengan panjang 10 centimeter hingga 15 centimeter,” jelasnya.
Menurut Sholeh, Jembatan Bukjetem itu satu-satunya penghubung antara Dusun Krajan dan Dusun Lekap di Desa Banyuanyar.
Rusaknya jembatan itu, sangat mengganggu mobilitas warga. “Jembatan ini tidak dapat dilewati oleh kendaraan roda enam, sementara kendaraan roda empat bisa tapi perlu bantuan warga sekitar untuk melintas,” katanya.
Kondisi jembatan yang membahayakan itu, lanjut dia, memerlukan penanganan segera. Ini untuk mencegah risiko lebih lanjut. Mengingat jembatan tersebut menjadi akses utama warga di kedua dusun itu. “Di sana sudah sangat membahayakan sekali,” tegasnya.
TRC BPBD Kalibaru bersama perangkat desa berkoordinasi, untuk mencari solusi sementara agar akses tetap terjaga. Salah satunya dengan meminta warga untuk berhati-hati. “Kami berupaya mengatasi situasi ini agar warga bisa tetap beraktivitas,” tambah Sholeh.(rei/abi)
Editor : Niklaas Andries