Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hari Pertama Pendaftar Pantarlih di Desa Gambiran Banyuwangi Masih Sepi: Butuh 46 Orang Baru Ada 12 Pendaftar

Gareta Yoga Eka Wardani • Jumat, 14 Juni 2024 | 10:30 WIB

MENGUMPULKAN BERKAS: Hartoyo (kiri) menerima persyaratan administrasi pendaftar Pantarlih di kantor sekretariat PPS Desa/Kecamatan Gambiran Kamis (13/6)
MENGUMPULKAN BERKAS: Hartoyo (kiri) menerima persyaratan administrasi pendaftar Pantarlih di kantor sekretariat PPS Desa/Kecamatan Gambiran Kamis (13/6)
Radarbanyuwangi.id - – Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kabupaten Banyuwangi mulai membuka pendaftaran Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih). Pada hari pertama pendaftaran, Kamis (13/6), ternyata masih sepi pendaftar.

Di kantor sekretariat PPS Desa/Kecamatan Gambiran, hingga pukul 11.00 Kamis (13/6), pendaftar Pantarlih baru 12 orang. “Ini termasuk sepi, kami membuka mulai pukul 10.00 pendaftar baru 12 orang,” ujar Ketua PPS Desa Gambiran, Haryoto, 50.

Warga Dusun Lidah, Desa/Kecamatan Gambiran itu mengatakan, pendaftaran Pantarlih dibuka sejak (13/6) hingga Senin (17/6) mulai pukul 10.00 sampai 15.00. Jumlah Pantarlih yang dibutuhkan di Desa Gambiran sebanyak 46 orang.

“Kami memiliki 23 TPS (Tempat Pemungutan Suara), kebetulan setiap TPS jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap) lebih dari 400 jiwa, sehingga membutuhkan dua orang Pantarlih per TPS,” terang Haryoto.

Secara keseluruhan, kata Haryoto, jumlah DPT di Desa Gambiran mencapai 12.2239 jiwa. Rata-rata per TPS berjumlah 500 sampai 525 jiwa. “Apabila per TPS memiliki DPT di atas 400 jiwa, maka dibutuhkan dua Pantarlih,” terangnya.

Sejumlah persyaratan menjadi yang penting bagi para pendaftar. Mulai dari domisili yang berada di seikitar lokasi TPS hingga surat kesehatan.

“Tidak ada kendala yang dikeluhkan oleh para pendaftar, terutama surat kesehatan, semua pendaftar menyiapkannya,” ucapnya.

Meski jumlah Pantarlih yang dibutuhkan hanya 46 orang, Haryoto tidak membatasi jumlah pendaftar. Ia mengatakan, apabila ada TPS memiliki lebih dari dua pendaftar, maka akan menggelar rapat pleno untuk memutuskan pendaftar yang lolos menjadi Pantarlih.

“Kami tidak membatasi pendaftar. Kami mengutamakan pendaftar yang utama itu yang awal. Karena selesai seleksi administrasi, tidak ada seleksi lain, langsung pengumuman terpilih dan penetapan,” jelasnya.

Sementara itu, dr Anggita Maharani dari Puskesmas Gambiran mengungkapkan, permintaan surat kesehatan untuk keperluan pendaftaran Pantarlih meningkat.

“Hingga hari ini (13/6) pukul 12.00, ada 26 orang yang mengurus surat kesehatan. Tidak hanya hari ini, tetapi surat kesehatan sudah diminta pada waktu-waktu sebelumnya,” tuturnya.

Minim pendaftar Pantarlih pada hari pertama itu, juga terjadi di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran. Anggota PPS Divisi Data dan Informasi (Datin) Zamron Fauziah mengungkapkan, hingga pukul 16.00 Kamis kemarin, hanya dua pendaftar Pantarlih yang mengumpulkan berkas. “Hari pertama memang terbilang sepi, tapi hari sebelumnya sudah banyak yang mengurus surat kesehatan,” katanya.

Desa Sarongam memiliki 11 TPS dengan kebutuhan Pantarlih sebanyak 18 orang. Ada 7 TPS yang memiliki DPT lebih dari 400 jiwa, dan otomatis kebutuhan Pantarlih di TPS itu lebih dari dua orang. “Biasanya pendaftar mulai banyak yang mengumpulkan berkas saat mepet atau hari terakhir (17/6),” tandasnya.(rei/abi)

Editor : Niklaas Andries
#jiwa #kabupaten banyuwangi #PPS #tps #dpt #pantarlih