RadarBanyuwangi.id - Jejak nelayan yang hilang di Perairan Trianggulasi, kawasan Taman Nasional Alas Purwo (TN AP), wilayah Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo akhirnya ditemukan.
Nelayan benur lobster bernama Sugiono, 48, warga Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo itu, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia Sabtu (1/6).
Jenazah Sugiono ditemukan petugas gabungan sekitar tiga kilometer dari lokasi ditemukannya bangkai perahu jukung miliknya.
"Mayat korban ditemukan sekitar pukul 08.00," kata Koordinator Pos Basarnas Banyuwangi, Wahyu Setyo Budi pada RadarBanyuwangi.id.
Menurut Wahyu, setelah berhasil menemukan jenazah Sugiono, petugas langsung melakukan evakuasi dan membawa korban ke rumah duka.
"Langsung dibawa ke rumah duka untuk selanjutnya dilakukan prosesi pemakaman," ucap dia.
Wahyu menjelaskan, dengan ditemukannya korban itu, operasi pencarian Sugiono itu langsung dihentikan.
"Petugas kami bubarkan dan langsung kembali ke satuan masing-masing," katanya seraya menyebut proses pencarian terhalang ombak perairan yang besar.
Sementara itu, salah satu relawan yang terlibat, Nur Kholis, 50, mengungkapkan Sugiono awalnya terlibat laka laut saat mencari benur lobster.
Baca Juga: Peringati HLUN, Bupati Ipuk Senam Bareng Lansia di Stadion Diponegoro Banyuwangi
"Kapalnya pecah, ditemukan sejak hari Kamis (30/5) lalu, dan baru hari ini ditemukan," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang nelayan dikabarkan hilang setelah perahunya mengalami kecelakaan di Perairan Trianggulasi, kawasan Taman Nasional Alas Purwo (TN AP), wilayah Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo.
Serpihan perahu milik nelayan itu, ditemukan warga di sekitar Pantai Trianggulasri. Untuk melakukan pencarian, tim SAR meluncur ke Pantai Selatan, Rabu (29/5).
“Kami dapat laporan ada bagian perahu yang pecah di Pantai Trianggulasri,” terang Kepala Pos Basarnas Banyuwangi, Wahyu Setia Budi.
Menurut Wahyu, identitas nelayan yang hilang itu Sugiono, 48, asal Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo.
Dari laporan yang diterima, korban pergi melaut dari Pantai Grajagan pada Selasa (28/5) sekitar pukul 10.00.
“Korban berangkat menggunakan perahu berkelir biru kombinasi hijau dan merah dengan nama lambung Sampurna,” katanya. (sas)
Editor : Salis Ali Muhyidin