RadarBanyuwangi.id – Para petani di wilayah Kecamatan Pesanggaran, kini resah karena tanaman padi di sawahnya diserang hama wereng. Serangan yang mengancam hasil panen itu, sudah berlangsung sejak awal Mei 2024.
Hama yang menyerang tanaman padi milik para petani itu, paling banyak jenis walang sangit. Tidak sedikit dari tanaman padi, kini rusak.
“Sudah cukup lama walang sangit (wereng) menyerang tanaman padi di sawah,” terang Sumadianto, 52, salah satu petani asal Dusun Tembakur, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran.
Menurut Sumadianto, serangan wereng itu mulai merebak semenjak musim penghujan. Ribuan ekor wereng menghinggapi tanaman padi milik petani.
“Tanaman padi yang masih kecil hingga besar diserang wereng,” katanya.
Dampak tanaman padi yang dihinggapi wereng, terang Sumadianto, membuat warna butiran padi menjadi hitam, tidak berisi, dan akhirnya kosong.
“Warnanya hitam itu artinya kopong atau isinya tidak ada,” ungkapnya.
Apabila butir padi sudah berwarna hitam, lanjut Sumadianto, membuat hasil panenan menurun. Bahkan, penurunan hasil panen di sawahnya seluas 0,25 hektare itu bisa mencapai 50 persen.
“Kalau optimal bisa bawa 10 karung, jika sudah terkena hama wereng maksimal hanya lima karung,” katanya.
Petani lainnya, Irwan Prayoga, 37, mengaku memilih untuk berganti tanaman setelah panen kali ini. Hama wereng yang menyerang tanaman padi, sangat berdampak terhadap hasil panennya.
“Tanaman padi saya telat memberikan obat, akibatnya hama wereng merajalela di sawah,” katanya.
Sebagai ganti tanaman padi, Irwan memilih menanam jagung di sawahnya. Menurut Irwan, tanaman jagung lebih tahan terhadap serangan serangga seperti wereng.
“Habis panen ini, saya akan ganti menanam jagung, supaya tidak terlalu merugi,” ungkapnya.
Irwan mengaku tidak ada pilihan lain selain mengganti tanaman. Sebab, tanaman padi seluas setengah hektare tidak menguntungkan sama sekali.
“Ada yang dapat dijual, tapi dengan harga murah,” katanya.
Sayangnya, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertangan) Kabupaten Banyuwangi, H Arief Setiayawan belum bisa dihubungi. Saat akan dikonfirmasi melalui saluran selulernya, ternyata tidak diangkat. Pesan singkat, juga tidak dibalas.(rei/abi)
Editor : Salis Ali Muhyidin