Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Banyak Laka, Warga Percaya Jalan Tikungan Wadung Dollah di Kecamatan Genteng, Banyuwangi Angker

Gareta Yoga Eka Wardani • Selasa, 28 Mei 2024 | 17:25 WIB
MENIKUNG: Jalan yang menikung, naik, menurun, dan miring di Dusun Wadung Dollah, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng ini dikenal rawan kecelakaan Senin (27/5).
MENIKUNG: Jalan yang menikung, naik, menurun, dan miring di Dusun Wadung Dollah, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng ini dikenal rawan kecelakaan Senin (27/5).

RadarBanyuwangi.id - Jalan raya yang menikung, naik, turun, dan miring di Dusun Wadung Dollah, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, oleh warga dikenal cukup angker.

Di jalur utama jurusan Banyuwangi - Jember yang lokasinya berdekatan dengan pemakaman umum itu, selama ini sering terjadi kecelakaan.

Kecelakaan yang menimpa truk Mitsubishi Fuso dengan nomor polisi S 1805 NK bermuatan asbes yang disopiri Muhammad Muhsin, 30, asal Dusun Tegalan, Desa Sumber Kejayan, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, itu hanya salah satu korbannya.

“Jalannya menikung dan miring, itu yang membahayakan, apalagi kondisi jalan naik dan turun,” terang Muhammad Muhsin.

Sopir lintas Jawa-Bali itu berharap ada perhatian dari pemerintah terhadap kondisi jalan itu. Sebab, itu membahayakan bagi para pengemudi kendaraan muatan berat maupun pengendara lainnya.

“Saya setiap minggu bisa empat kali ke Bali. Kami berharap ada perbaikan jalan, agar kendaraan bisa lancar,” ucapnya.

Kecelakaan di jalan tikungan Dusun Wadung Dollah, Desa Kaligondo, itu juga terjadi pada Senin (26/2). Saat itu, truk bermuatan forklif mengalami pecah ban.

Forklif yang diangkut truk langsung jatuh dan terguling ke pinggir jalan. “Roda kiri bagian belakang tiba-tiba meletus dan truk miring,” terang sopir truk, Herman, 45, asal Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Rogojampi.

Salah satu warga sekitar lokasi jalan yang menikung dan miring, Abdul Ghofur, 55, mengatakan di lokasi truk yang ban pecah dam forklif terguling itu, selama ini memang sering terjadi kecelakaan.

Banyak kendaraan yang melintas di tempat itu terguling. “Kondisi jalan rawan kecelakaa, jalannya miring dan menikung,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Selain kondisi jalan yang menikung dan miring, jelas dia, warga sekitar percaya ada faktor mistis di sekitar lokasi jalan itu.

“Warga percaya di sekitar jalan itu angker, sehingga banyak kendaraan yang kecelakaan,” ungkapnya.

Gofur mengaku tidak sekali atau dua kali membantu proses evakuasi kendaraan yang mengalami kecelakaan. Selain itu, juga sering membantu mengatur jalan agar tidak macet.

“Saya hanya membantu supaya kendaraan tidak macet panjang,” ucapnya.(rei/abi)

 

Editor : Salis Ali Muhyidin
#laka #tikungan #angker #banyuwangi #wadung