Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jalan Gumitir Sepanjang 100 Meter Retak, Arus Lalin Buka Tutup, Jalanan Jadi Miring

Gareta Yoga Eka Wardani • Senin, 22 April 2024 | 17:53 WIB
MIRING: Kendaraan yang melewati jalur Gumitir mengurangi kecepatan karena jalan miring akibat retak di Dusun/Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember Minggu (21/4).
MIRING: Kendaraan yang melewati jalur Gumitir mengurangi kecepatan karena jalan miring akibat retak di Dusun/Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember Minggu (21/4).

RadarBanyuwangi.id – Ini menjadi peringatan bagi warga yang akan menuju jalur Gunung Gumitir.

Saat ini, badan jalan di atas gunung yang berkelok itu, tepatnya di wilayah Dusun/Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember retak.  

Gara-gara jalan yang retak itu, kondisi badan jalan menjadi miring. Panjang jalan yang retak itu diperkirakan mencapai ratusan meter.

“Jalan sepanjang 100 meter retak dan ambles, lebar retakan sekitar 7 centimeter, dan kemiringan karena ambles mencapai 20 centimeter,” kata Sul, 53, salah satu relawan BPBD Provinsi Jatim.

Menurut pria yang tinggal di Dusun/Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember itu, jalan yang retak itu  sudah ditinjau oleh berbagai pihak, mulai dari Lantas Polsek Sempolan, Perhutani, dan Dinas Bina Marga.

“Sudah ada tinjauan langsung, saat ini proses perbaikan,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Upaya perbaikan jalan, terang dia, kini juga tengah dilakukan. Oleh warga dan relawan, jalan yang retak dan ambles itu ditambal menggunakan semen. “Untuk menutup retakan ditambal pakai semen dulu,” katanya.

Menurut Sul, perbaikan jalan dilakukan sejak pukul 03.00 hingga pukul 10.00 kemarin (21/4). Sementara puluhan kantong semen, disiapkan untuk menembel jalan tersebut.

“Masih menunggu aspal datang, sementara memang pakai semen dulu,” ucapnya.

Akibat jalan yang retak itu, lanjut dia, warga menerapkan sistem buka tutup bagi kendaraan yang melintas. Itu dilakukan untuk meminimalisir jalan ambles semakin parah.

“Kendaraan besar sementara masih lewat, tapi harus berhati-hati dan memperhatikan jalan yang miring,” jelasnya.

Munculnya retakan pada jalan, kata Sul, bukan hal baru di Jalur Gumitir. Sebelumnya, di daerah jalan itu juga pernah retak.

“Sekitar 1,5 tahun yang lalu ada retakan juga, tapi parah sekarang,” cetusnya.

Salah satu pengendara mobil, Heri Laksono, 51, warga Dusun Krajan, Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru, mengaku lebih berhati-hati melewati jalur tersebut.

Heri yang melaju dari arah Jember, sudah mengetahui jalan yang retak itu. “Jadi mengendarai di Jalur Gumitir ekstra hati-hati,” katanya.(rei/abi)

Editor : Salis Ali Muhyidin
#Jalur Gumitir #jalan retak #banyuwangi #jember