RadarBanyuwangi.id - Warga Dusun Bango Sere, Desa/Kecamatan Bangorejo menggelar pengasapan mandiri di kampungnya, Minggu (21/4).
Itu dilakukan untuk menekan perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti yang menyebarkan penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Warga yang melakukan fogging itu yang tinggal di RT 3, RW 4, Dusun Bango Sere, Desa/Kecamatan Bangorejo. Mereka melakukan pengasapan hingga yang masih banyak ladang dan kebun.
“Warga gotong royong membasmi nyamuk penyebab DBD,” ujar tokoh masyarakat Dusun Bangosere, Desa Bangorejo, H Muslihudin, 76.
Menurut Muslihudin, penyemprotan ini sudah dilakukan dua kali. Warga di kampungnya, menargetkan penyemprotan sebanyak lima kali.
“Musim hujan banyak sarang nyamuk, jadi kami upayakan sampai lima kali penyemprotan,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Muslihudin mengaku di daerahnya belum ada warga yang terjangkit DBD. Hanya saja, di RT tetangga ada tujuh warga yang terdeteksi DBD.
“Di RT tetangga sudah ada yang terkena DBD. Jadi tidak ada salahnya kami mengantisipasi dengan fogging,” dalihnya.
Pengasapan yang dilakukan ini, jelas dia, inisiatif dari warga sendiri. Untuk kegiatan ini, setiap rumah di lingkungan RT 03, RW 04, Dusun Bangosere, Desa Bangorejo iuran seikhlasnya untuk pembelian bahan.
“Tidak ada patokan tarif, sepenuhnya inisiatif warga, dan alhamdulillah bisa kompak,” katanya.
Campuran untuk penyemprotan ini, cairan risotin dan sumo (obat serangga). Cairan itu dicampur dengan empat drum air atau sekitar 500 liter.
“Penyemprotan dilakukan mulai pagi sekitar pukul 07.30 sampai 09.00, mulai dari sudut rumah warga sampai ladang sekitar pemukiman,” katanya.
Ketua RT)3, Agus, 47, bersyukur warganya tidak ada yang terjangkit DBD. Namun, pihaknya terus mengantisipasi dengan meningkatkan penyemprotan di setiap sudut permukiman.
“Meminimalisir potensi warga terkena DBD, karena di wilayah lain sudah ada yang kena,” ucapnya.(rei/abi)
Editor : Salis Ali Muhyidin