Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pasca Lebaran, Harga Telur di Banyuwangi Bertahan Rp 25 Ribu per Kg

Gareta Yoga Eka Wardani • Jumat, 19 April 2024 | 18:22 WIB
TETAP: Ardan Nur Rofi menata stok telur di toko sembako di Pasar Genteng 2, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng Kamis (18/4)
TETAP: Ardan Nur Rofi menata stok telur di toko sembako di Pasar Genteng 2, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng Kamis (18/4)

RadarBanyuwangi.id – Untuk sementara para ibu rumah tangga bisa bernapas lega. Harga telur di tingkat peternak, terbilang aman diangka Rp 25 ribu per kilogram. Harga itu sudah berlaku sejak awal April 2024.

Telur ini salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat. Kenaikan dan penurunan harga, akan sangat berdampak.

“Dari tingkat peternak harga telur tetap Rp 25 ribu per kilogram, ini sejak awal April,” kata Ahmad Haris, 38, peternak ayam asal Dusun Sumberejo, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu.

Menurut Haris, harga telur yang stabil ini sesuai dengan kebutuhan dan stok di pasaran. Selain itu, sistem pendistribusian telur juga mempengaruhi fluktuasi harga.

 Baca Juga: Kandang Ayam di Srono, Banyuwangi Terbakar, Sebanyak 28 Ribu Anak Ayam Berumur Lima Hari Mati Terpanggang

“Stok di pasaran relatif aman, dan distribusi lancer, maka harga telur tetap  tidak berubah,” ungkapnya.

Harga telur yang relatif stabil selaras dengan harga pakan ayam. Sejak awal April, terang dia, harga pakan ayam per 50 kilogram bertengger di angka Rp 395 ribu.

“Selama tidak ada kenaikan harga pakan ayam, maka harga telur juga akan mengikuti stabil,” ucapnya.

Tidak hanya pakan sentrat ayam yang terbilang stabil, harga jagung sebagai pakan alternatif ayam, juga cukup terjangkau bagi para peternak ayam.

“Harga jagung saat ini Rp 6.000 per kilogram, itu sudah murah dibanding dulu yang mencapai Rp 12 ribu per kilogram,” ucapnya.

Salah satu pedagang telur di Pasar Genteng 2, Ardan Nur Rofi, 25, asal Dusun Jalen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng mengatakan harga telur ayam di pasar terjadi penurunan dan stabil setelah Lebaran.

“Dari peternak ayam harganya tetap, jadi di pasar sekitar Rp 27 ribu sampai Rp 28 ribu per kilogram,” katanya.

Menurut Ardian, harga telur tidak jauh berbeda dengan di tingkat peternak. Sejak beberapa minggu lalu, harga telur bertahan di angka Rp 28 ribu per kilogram.

“Bisa dibilang bertahan antara Rp 27 ribu sampai Rp 28 ribu per kilogram,” kata petugas Pasar Induk Genteng 1, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Arif Kurniawan.

Sedangkan kenaikan harga telur, jelas dia, terjadi pada saat menjelang Lebaran beberapa waktu lalu. Saat itu, harga telur mencapai Rp 35 ribu per kilogram.

“Tapi setelah Lebaran turun lagi dan kini stabil,” tandasnya.(rei/abi)

Editor : Salis Ali Muhyidin
#harga telur #banyuwangi