Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Batu Unik Bertulis Aksara Asing Tersimpan di Pura Jambewangi Sempu, Belum Ada yang Tahu Artinya

Gareta Yoga Eka Wardani • Sabtu, 13 April 2024 | 17:50 WIB
LEBIH JELAS: Tejo Dwi Saputro menunjukkan aksara pada batu di Pura Ngesti Dharma, Dusun Sumberejo, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Jumat (12/4).
LEBIH JELAS: Tejo Dwi Saputro menunjukkan aksara pada batu di Pura Ngesti Dharma, Dusun Sumberejo, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Jumat (12/4).

RadarBanyuwangi.id – Pura Ngesti Dharma yang berlokasi di Dusun Sumberejo, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, menyimpan batu unik yang berukuran cukup besar da nada aksara asing yang terukir sangat jelas.

Belum ada yang tahu bacaan pada tulisan di batu itu. 

Batu itu ditemukan pada 2019. Selama ini, banyak yang memaknai tulisan itu dengan berbagai arti.

“Ada yang menganggap itu penggambaran naga yang hendak menelan sesuatu,” ujar sesepuh umat Hindu di Dusun Sumberejo, Desa Jambewangi Tejo Dwi Saputra.

Batu yang memiliki diameter satu depa orang dewasa itu, memiliki bobot sekitar lima ton lebih.

Batu ini diketahui masyarakat setempat di bawah air terjun yang ada di sungai sekitar.

“Saya sebenarnya sudah puluhan tahun mengetahui ada batu di bawah grojogan air itu, tetapi baru paham kalau ada aksara unik di batu tersebut,” katanya.

Demi mendapatkan petunjuk, Tejo meminta pendapat dari pemuka umat Hindu dari Bali.

Dan diketahui, batu itu menjadi kediaman dari Ki Bagus Penyejeran.

“Konon aksara ini berasal dari goresan tongkat beliau,” ujar Tejo.

Batu sebesar itu diangkat secara manual oleh masyarakat sekitar.

Tejo dan yang lainnya percaya sesepuh yang bersemayam di batu itu tidak menghendaki pengangkatan batu dari sungai ke pura menggunakan mesin.

“Pernah diangkat menggunakan mesin, tapi warga yang berada di sekitar sungai kerasukan sesepuh dan minta diangkat manual,” ujarnya.

Pengangkatan batu secara manual, jelas dia, menjadi simbol gotong royong masyarakat setempat.

Dalam pemindahan itu, tidak hanya diangkat oleh umat Hindu, tetapi umat Islam dan lainnya juga bekerja sama membawa batu ke pura.

“Cuma huruf yang berada di batu belum bisa diterjemahkan. Dinas Kebudayaan juga belum bisa memberikan penjelasan,” tandasnya. (rei/abi)

Editor : Ali Sodiqin
#situs #Jambewangi #Batu Unik #Aksara #asing #banyuwangi #pura