Api diduga berasal dari kompor yang lupa dimatikan setelah memanasi sayur untuk sahur.
Saat warung itu terbakar sekitar pukul 20.00, pemiliknya Hendro Sudarsono, 39, warga Dusun Krajan, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng sedang pulang.
Padahal saat itu sedang memanasi sayur untuk sahur. Dan biasanya, akan kembali ke warung pukul 02.00 hingga 04.00.
“Sekitar pukul 21.00 kakak (Hendro Sudarsono) mendapat informasi dari rekan kalau warung kebakaran,” ujar Riski Sandi Maulana, 23, adik Hendro Sudarsono.
Mendapat informasi itu, Hendro dan Risky lanmgsung meluncur ke warung yang ada di Pasar Induk Genteng 1. Malam itu, dilihat api sudah membara di dalam warung.
“Warga sekitar warung mengaku mendengar suara keras di dalam warung dan berasap. Saat pagar warung dipegang terasa panas, akhirnya teriak kalau ada kebakaran,” terangnya.
Menurut Risky, kakaknya ternyata lupa mematikan kompor saat memanasi sayuran. Panci yang dibuat tempat sayur meleleh dan meja yang terbuat dari kayu terbakar.
“Niatnya sudah mau libur jualan, makanya sisa masakan dihangatkan untuk dibuat sayur. Ternyata kompor lupa mematikan hingga kebakaran ini,” terangnya.
Untungnya api tidak merambat ke bagian depan warung. Api yang sempat membara itu hanya membesar di bagian dapur dan menghanguskan sejumlah barang.
“Untung tidak semua yang terbakar, hanya bagian itu (dapur) saja yang terbakar,” ucapnya.
Koordinator Damkar Sektor Genteng Sutikno mengaku mendapat laporan kebakaran sekitar pukul 21.20, dan langsung meluncur ke lokasi.
Tidak membutuhkan waktu lama untuk memadamkan api yang membakar warung itu.
“Api sudah dapat dipadamkan oleh paguyuban pedagang yang masih ada di sekitar lokasi kejadian,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, terang dia, akibat kebakaran itu kerusakan meliputi kompor yang terbakar, peralatan dapur, dan barang yang ada di dapur.
“Pemilik warung yang memanaskan sayur lupa mematikan kompornya,” katanya.(rei/abi)
Editor : Niklaas Andries