Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mendekati Lebaran, Harga Tomat di Pasar Genteng Banyuwangi Tembus Rp 28 Ribu, Ternyata Ini Penyebabnya

Gareta Yoga Eka Wardani • Sabtu, 30 Maret 2024 | 18:57 WIB

MEROKET: Harga tomat di Pasar Genteng 2 Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng tengah naik mendekati Hari Raya Idul Fitri Jumat (29/3).
MEROKET: Harga tomat di Pasar Genteng 2 Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng tengah naik mendekati Hari Raya Idul Fitri Jumat (29/3).
Radarbanyuwangi.id - Memasuki pertengahan Ramadan, harga komoditas tomat di Pasar Genteng 2, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng terus meroket.

Malahan, saat ini harga salah satu kebutuhan dapur itu tembus diangka Rp 28 ribu per kilogram.

Kenaikan harga tomat ini, sebenarnya sudah mulai terjadi sejak awal Ramadan. Hanya saja, kenaikan perlahan-lahan. Bila sebelumnya harga tomat Rp 20 ribu per kilogram, sempat naik menjadi Rp 22 ribu per kilogram.

“Terus naik dan kini harga tomat Rp 28 ribu per kilogram,” ujar salah satu pedagang di Pasar Genteng 2, Sriyani, 38.

Warga Dusun Lidah, Desa/Kecamatan Gambiran itu mengatakan, harga tomat yang terus meroket berdampak terhadap hasil penjualan. Sebab, masyarakat mengurangi pembelian tomat.

“Karena mahal, konsumen hanya membeli paling banyak setengah kilogram,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan pedagang di Pasar Induk Genteng 1, Desa Genteng Kulon, Miswati, 47, asal Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng. Ia menjual tomat dengan harga Rp 26 ribu per kilogram.

Untuk tomat jenis ranti dijual dengan harga Rp 31 ribu per kilogram. “Dari dulu tomat ranti memang mahal, tapi semua tomat harganya naik,” katanya.

Kenaikan harga tomat ini, jelas dia, disebabkan karena sudah mendekati Lebaran. Selain itu, stok di pasar juga belum mencukupi permintaan konsumen.

“Stok menipis permintaan meningkat, ini kan udah mau Lebaran, jadi mahal harganya,” ungkapnya.

Petugas Pasar Induk Genteng 1, Desa Genteng Kulon, Arif Kurniawan mengatakan, harga rata-rata tomat Rp 22 ribu per kilogram.

Sedangkan kenaikan harga terjadi secara perlahan. “Awal Maret  masih di kisaran Rp 10 ribu per kilogram, lalu naik jadi Rp 14 ribu per kilogram pada pertengahan Maret,” terangnya.

Meski naik, kata Arif, pembeli tidak terlalu ambil pusing. Sebab, harga tomat tersebut dinilai masih bisa dijangkau masyarakat.

“Hanya mengurangi jumlah pembelian saja, dari satu kilogram menjadi setengah kilogram,” cetusnya.

Bagaimana dengan harga komoditas lainnya? harga cabai rawit saat ini berada di kisaran Rp 32 ribu per kilogram, ini turun dari sebelumnya yang sempat menyentuh angka Rp 50 ribu per kilogram.

“Harga cabai merah besar sekarang Rp 35 ribu per kilogram, sebelumnya Rp 55 ribu per kilogram,” jelasnya.

Untuk harga cabai hijau yang sebelumnya Rp 38 ribu per kilogram, saat ini turun menjadi Rp 30 ribu per kilogram.

“Harga cabai sempat tinggi pada pertengahan Maret,” kata Arif pada Jawa Pos Radar Genteng.

Untuk harga beras di Pasar Genteng cukup landai dalam beberapa waktu terakhir. Harga beras premium stabil di angka Rp 15.500 per kilogram dan harga beras medium Rp 13.500. per kilogram.

“Sebelumnya harga beras premium sempat Rp 17 ribu per kilogram, sedang beras medium harganya Rp 15 ribu per kilogram,” pungkasnya.(rei/abi)

Editor : Niklaas Andries
#harga beras #harga komoditas #Kilogram #lebaran #cabai rawit #tomat #beras medium #ramadan #ranti