Untuk mendapatkan beras, gula, dan minyak goreng, ratusan warga antre dengan berbaris rapi sejak pukul 08.00.
Warga yang datang untuk mendapatkan kebutuhan dapur dan harus antre itu, ternyata sudah banyak yang yang datang sekitar pukul 07.00.
“Saya senang ada operasi pasar ini, truk bulog datang, kita langsung antre,” kata Sarinem, 52, warga Desa/Kecamatan Sempu.
Menurut Sarinem, operasi murah ini sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok. Saat ini, semua bahan pokok sedang mahal.
“Dengan ada pasar murah ini setidaknya bisa bantu sedikit,” ujarnya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Dalam operasi pasar murah ini, jelas dia, harga satu karung beras dengan berat lima kilogram dijual Rp 51 ribu. Sedangkan minyak goreng Rp 14 ribu per liter, dan gula Rp 16 ribu per kilogram.
“Harganya lebih murah dibanding harga di pasaran,” ucap ibu dua anak itu.
Petugas Pasar Induk Genteng 1 Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Arif Kurniawan mengatakan, harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan sejak beberapa waktu lalu.
Seperti harga beras yang meningkat cukup pesat dalam kurun dua bulan terakhir.
“Harga beras premium Rp 16 ribu per kilogram, beras medium Rp 10 ribu per kilogram, dan beras Bulog Rp 10.900 per kilogram,” terangnya.
Untuk harga minyak goreng di pasaran bervariasi. Harga minyak premium mencapai Rp 22 ribu per liter, minyak goreng sederhana Rp 17 ribu per liter, dan minyak curah Rp 15.500 per kilogram.
Sedangkan harga gula bertengger di angka Rp 16.500 per kilogram.
“Masyarakat membeli minyak itu berbeda-beda, kalau yang premium memang cukup mahal,” ucapnya.
Meski terbilang cukup berbeda jauh dengan harga di operasi pasar murah. Harga komoditas gula dan minyak goreng dalam beberapa waktu belakang terbilang cukup stabil.
“Yang terus naik hanya beras, untuk minyak goreng dan gula harga di pasaran masih stabil,” jelasnya.(rei/abi)
Editor : Niklaas Andries