CLURING, Jawa Pos Radar Genteng – Identitas mayat Mrs X yang gantung diri di rumah kosong Dusun Kepatihan, Desa/Kecamatan Cluring akhirnya terungkap pada Minggu (21/1) malam. Perempuan yang mayatnya sempat disimpan di kamar mayat RSUD Blambangan karena tidak diketahui identitasnya itu ternyata Suprihatin, 45, warga Dusun Ngadirejo, Desa Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo.
Identitas korban ini diketahui sekitar pukul 23.00, setelah keluarganya datang ke rumah sakit untuk melihat jenazah yang meninggal karena gantung diri itu. “Keluarganya datang setelah mendengar kabar ada orang gantung diri,” terang Kapolsek Cluring, AKP Abdul Rohman.
Saat keluarga korban datang ke RSUD Blambangan, Kapolsek menyebut anggotanya yang sedang menyelidiki identitas Mrs X itu mendampingi. “Keluarga korban mencocokkan ciri-ciri jenazah dengan keluarganya yang sempat pergi dari rumah,” katanya.
Diantara keluarga yang korban datang ke RSUD Genteng, jelas dia, itu ada Joko Winarno yang sedang mencari istrinya karena tidak pulang. “Setelah mencocokkan ciri-ciri korban, mereka menyampaikan Mrs X itu Suprihatin, istri Joko Winarno yang hilang,” ungkapnya.
Dari keterangan Joko Winarno, lanjut dia, Suprihatin memiliki riwayat penyakit asam lambung dan mengalami depresi. Setelah ada kepastian itu, suami korban minta jenazah tidak perlu diotopsi karena akan dibawa pulang. “Jenazah langsung dibawa pulang,” terangnya.
Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, aksi bunuh diri dengan cara gantung diri, terjadi di rumah kosong dekat kebun buah naga di Dusun Kepatihan, Desa/Kecamatan Cluring. Korban yang gantung diri di rumah kosong itu, berkelamin perempuan berumur paro baya dan tidak diketahui identitasnya, atau sebut saja Mrs X.
Aksi gantung diri di rumah kosong Dusun Kepathian, Desa Cluring, kali pertama diketahui oleh penebas buah naga, Slamet Retno Prasetyo, 29, warga Dusun Karanglo, Desa Sukonatar, Kecamatan Srono. “Pemuda itu niatnya memanen buah naga di belakang rumah kosong, tempat jenazah ditemukan,” ujar Kepala Dusun Kepatihan, Desa Cluring, Riky Aditama.
Saat Slamet hendak memanen buah naga sekitar pukul 09.40, terang dia, Slamet melihat seperti ada orang mengintip dari balik jendela rumah kosong. Saat dipanggil, orang yang diduga mengintip itu tidak merespon. “Karena penasaran, Slamet masuk ke rumah itu,” katanya.(gas/abi)
Editor : Agus Baihaqi