CLURING, Jawa Pos Radar Genteng – Aksi bunuh diri dengan cara gantung diri, terjadi di rumah kosong dekat kebun buah naga di Dusun Kepatihan, Desa/Kecamatan Cluring. Sedang korban lagi di kebun buah naga Dusun Tugung, Desa/Kecamatan Sempu. Dua korban berkelamin perempuan dan laki-laki itu, saat ditemukan sudah tewas dengan tubuh menggantung.
Korban yang gantung diri di rumah kosong Dusun Kepatihan, Desa Cluring, berkelamin perempuan berumur paro baya dan tidak diketahui identitasnya, atau sebut saja Mrs X. Sedang korban di kebun buah naga Dusun Tugung, Desa Sempu, M Nur Hasan, 48, asal Dusun Jalen Darungan, Desa Setail, Kecamatan Genteng.
Aksi gantung diri di rumah kosong Dusun Kepathian, Desa Cluring, kali pertama diketahui oleh penebas buah naga, Slamet Retno Prasetyo, 29, warga Dusun Karanglo, Desa Sukonatar, Kecamatan Srono. “Pemuda itu niatnya memanen buah naga di belakang rumah kosong, tempat jenazah ditemukan,” ujar Kepala Dusun Kepatihan, Desa Cluring, Riky Aditama.
Saat Slamet hendak memanen buah naga sekitar pukul 09.40, terang dia, Slamet melihat seperti ada orang mengintip dari balik jendela rumah kosong. Saat dipanggil, orang yang diduga mengintip itu tidak merespon. “Karena penasaran, Slamet masuk ke rumah itu,” katanya.
Saat masuk ke rumah yang sudah lama dibiarkan kosong oleh pemiliknya, jelas dia, penebas buah naga itu terkejut melihat orang yang dikira mengintip itu ternyata perempuan paro baya yang gantung diri. Saat didekati, perempuan itu sudah meninggal. “Penebas buah naga itu memanggil warga dan dilaporkan ke perangkat desa dan polsek,” ujarnya.
Saat ditemukan masih kata dia, jenazah perempuan itu hanya mengenakan kaus warna biru dan abu-abu, celana panjang biru tua, dan sandal jepit warna kuning. “Gantung diri pakai tali karmantel warna putih hitam sepanjang enam meter dengan diikat pada kayu usuk atap rumah, dekat dengan jendela belakang,” terangnya.
Temuan jenazah yang gantung diri itu, menarik perhatian warga sekitar. Mereka berdatangan untuk mengetahui identitas dari perempuan paro baya itu. “Korban ini tidak membawa identitas sama sekali, dan warga tidak ada yang mengenali,” ungkapnya.
Riky yang datang bersama Sekretaris Desa (Sekdes) Cluring, Danusworo ikut memastikan ciri-ciri dari perempuan berperawakan kurus setinggi 150 sentimeter itu. “Bukan warga Dusun Kepatihan, Desa Cluring. Warga dari Desa Benculuk (Kecamatan Cluring) kami tanya tidak ada yang mengenali,” katanya.(gas/abi)
Editor : Agus Baihaqi