Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jalan Putus Diterjang Banjir Diuruk, Kini Siswa di Desa Kandangan Pesanggaran Bisa Ke Sekolah Tanpa Berbasah-Basah

Salis Ali Muhyidin • Minggu, 7 Januari 2024 | 14:30 WIB
URUK: Jalan yang putus di Afdeling Paal Empat dan Afdeling Paal Enam, Dusun Sumberjambe, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran diuruk menggunakan alat berat, Jumat (5/1).
URUK: Jalan yang putus di Afdeling Paal Empat dan Afdeling Paal Enam, Dusun Sumberjambe, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran diuruk menggunakan alat berat, Jumat (5/1).

RADAR GENTENG – Pada tahun baru 2024 ini menjadi berkah bagi warga Afdeling Paal Empat dan Afdeling Paal Enam, Dusun Sumberjambe, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

Jalan utama di kampungnya yang putus pada Mei 2023 karena diterjang banjir, akhirnya bisa dilewati lagi setelah selesai diuruk, Jumat (5/1).

Kepala Desa (Kades) Kandangan, Riyono mengatakan, jembatan dan jalan putus di desanya yang menghubungkan Afdeling Paal Empat dan Afdeling Paal Enam, Dusun Sumberjambe, Desa Kandangan, sejak akhir 2023 lalu dilakukan pengurukan, dan kini telah tuntas.

“Prosesnya panjang, mulai pemasangan bronjong sebagai tanggul sungai, sampai pengurukan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Genteng.

Proses pemasangan bronjong itu, terang dia, untuk mengembalikan aliran sungai ke jalur yang sebenarnya. Sehingga, jalan yang akan diperbaiki tidak tergenang air Sungai Karangtambak.

“Setelah bronjong selesai dipasang, pengurukan dilakukan menggunakan alat berat,” tandasnya.

Menurut Riyono, proses pengurukan jalan yang putus akibat diterjang banjir, memang dikebut agar saat Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) bisa dilalui warga dengan normal.

“Alhamdulillah pas momen Nataru sudah bisa dilalui, saat siswa mulai masuk sekolah juga sudah bisa dilewati kendaraan,” tandasnya.

Meski pengerukan jalan sudah tuntas, jelas dia, bukan berarti semuanya sudah normal. Saat ini, alat berat masih standby di lokasi jalan yang putus untuk mengeruk sedimen di Sungai Karangtambak.

“Sungainya harus dinormalisasi secara berkala, alat berat yang ada dipakai untuk menguruk,” pungkasnya.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, puluhan siswa yang tinggal di Afdeling Pal Empat dan Afdeling Pal Enam, Dusun Sumberjambe, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, harus berjuang keras untuk bisa sekolah, Rabu (10/5/2023).

Mereka harus berjalan berbasah-basah menyeberangi sungai karena jembatan yang menjadi jalan satu-satunya menuju ke sekolah jebol diterjang banjir pada Selasa (9/5/2023).

Jembatan di Sungai Karangtambak yang menghubungkan dua afdeling dengan pusat Desa Kandangan itu, tak mampu menahan luapan air sungai.

Padahal, jembatan itu baru dibangun warga secara gotong royong bersama anggota kepolisian dan TNI pada Oktober 2022. “Jembatan jebol, anak sekolah yang biasa lewat situ (jembatan)

harus menyeberangi sungai,” kata Kepala Desa Kandangan, Riyono kepada Jawa Pos Radar Genteng.

Untungnya, terang dia, air sungai yang sebelumnya meluap nyaris menutup badan jembatan, kini sudah mulai surut.

Sehingga, para siswa masih bisa melintas dengan turun ke sungai. “Pagi ini aliran sungai sudah surut, kemarin anak-anak ada yang tidak bisa sekolah,” paparnya. (sas/abi)

Editor : Ali Sodiqin
#pesanggaran #jembatan #siswa #banjir #putus #Diuruk #sekolah #banyuwangi #Kandangan