SONGGON, Jawa Pos Radar Genteng – Warga Dusun Kentangan, Desa Bayu, Kecamatan Songgon harus ekstra hati-hati saat melintasi salah satu jalan di kampungnya. Saat hujan turun dengan deras pada 11 dan 12 Desember 2023, tebing jalan di kampung itu longsor. Hingga Kamis (4/1), belum terlihat ada tanda-tanda akan diperbaiki.
Salah satu warga di sekitar tebing yang longsor, Darmin, 70, mengatakan, sudah hampir sebulan tanah di tepi jalan raya utama menuju Kantor Desa Bayu, Kecamatan Songgon itu gogos. “Sekitar pertengahan Desember 2023 longsor,” ungkapnya, Kamis (4/1).
Menurut Darmin, sesaat sebelum terjadi longsoran besar itu, di kampungnya turun hujan yang sangat deras. Saking derasnya hujan, airnya sampai menggenang dan melalui jalan. “Karena diterjang hujan, akhirnya tebingnya longsor,” terangnya.
Tebing dengan ketinggian lebih dari 10 meter itu itu gogos. Agar tidak membayakan, oleh warga di pinggir jalan raya ditutup menggunakan bambu. “Buat penanda agar orang yang lewat berhati-hati dan tidak jatuh ke sungai,” katanya.
Kakek yang sudah punya dua cucu itu menyebut, warga sekitar lokasi tebing yang longsor sudah menyampaikan kejadian itu pada ketua RT, kepala dusun, dan kepala desa (Kades). “Tapi sampai saat ini masih belum ada langkah perbaikan,” keluhnya.
Darmin menyebut, selama ini di daerahnya belum pernah terjadi longsor. Ia baru melihat di kampungnya ada tanah yang longsor. “Untungnya tidak sampai menimbulkan korban,” ujarnya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Selokan di sisi barat jalan yang ditutup, kata Darmin, juga memperparah risiko terjadinya longsor saat hujan. “Dulu itu ada selokan. Air hujan mengalir ke selokan itu, jadi tidak mengalir ke badan jalan,” terangnya.
Kades Bayu Yulia Herlina melalui Sekretaris Desa (Sekdes) Karyono mengatakan, penyebab longsor itu karena tanah jenuh. “Lama tidak turun hujan, kena hujan tanah retak. Diguyur hujan dengan intensitas tinggi longsor,” katanya.
Sejak ada yang longsor itu, jelas dia, Pemerintah Desa (Pemdes) Bayu sudah berupaya memperbaiki. Hanya saja, masih terkendala biaya yang besar. “Dana dari APBDes tidak cukup untuk biaya perbaikan,” dalihnya.
Karyono menyebut Pemdes sudah melaporkan tebing yang longsor itu ke Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Pekerjaan Umum, Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman (DPUCKPP) Banyuwangi. “Beberapa waktu lalu, petugas Dinas PU Pengairan yang lebih dulu mengecek lokasi longsor,” ujarnya.(gas/abi)
Editor : Agus Baihaqi