Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pedagang Pasar Loak di Jalan Hasanuddin, Dusun Krajan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng mulai Kosongkan Kios

Salis Ali Muhyidin • Rabu, 3 Januari 2024 | 18:00 WIB
EKSEKUSI: Pedagang pasar loak di Jalan Hasanuddin, Dusun Krajan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng mulai mengosongkan kiosnyak Selasa (2/1).
EKSEKUSI: Pedagang pasar loak di Jalan Hasanuddin, Dusun Krajan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng mulai mengosongkan kiosnyak Selasa (2/1).

GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng – Rencana relokasi pedagang loak di Jalan Hasanuddin, Dusun Krajan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng ke belakang pasar hewan di Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, akan segera dilakukan. Selasa (2/1), para pedagang onderdil bekas sudah mulai mengosongkan kiosnya.

Eksekusi kios pedagang itu, dipantau langsung oleh Camat Genteng, Satrio. Ia meminta di awal 2024 ini para pedagang sudah mulai memindah barang dagangannya ke lokasi pasar loak baru. “Ini tindak lanjut dari rencana relokasi yang digagas mulai awal 2022 lalu,” kata Satrio pada Jawa Pos Radar Genteng.

Menurut Satrio, sejak 2022 lalu sudah melakukan pendekatan kepada sekitar 30 pedagang loak yang memenuhi kios-kios kumuh di pinggir jalan raya itu. “Kita melakukan sejumlah pertemuan (dengan pedagang), hasilnya, mereka menerima jika harus dipindah ke tempat lain,” tuturnya.

Setelah para pedagang sepakat untuk dipindah, masih kata dia, proses pembangunan lokasi kios baru dengan total anggaran Rp 90 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Banyuwangi langsung dikebut. “Untuk lokasi baru masih belum ditempati, karena warga masih persiapan,” ungkapnya.

Para pedagang di pasar loak baru, terang dia, juga akan diberi kemudahan dengan pembebasan retribusi selama satu tahun. “Biar jalan dulu, karena pasti ada penyesuaian di lokasi baru, kalau sudah setahun akan kita tarik retribusi,” tandasnya.

Satrio menyampaikan pengosongan kios itu akan dilakukan secara mandiri oleh para pemilik kios. Hanya saja, untuk perobohan bangunan kemungkinan akan dilakukan dengan menyewa alat berat. “Biar diamankan dulu barang yang masih bisa dipakai, nanti kita pakai alat berat,” tuturnya.

Menurut Camat Satrio, salah satu urgensi relokasi itu karena kemacetan di Kota Genteng. Itu kerap terjadi mulai Pasar Loak hingga barat Pasar Genteng 1. “Selain kemacetan, alasan lain karena kumuh. Lihat saja terlihat kumuh lokasinya,” ungkapnya.

Salah satu pedagang pasar loak, Moh. Soleh, 50, mengatakan, secara keseluruhan para pedagang menerima relokasi tersebut. Apalagi, selama ini pedagang tidak pernah mendapat kepastian dokumen terkait hak milik kiosnya. “Yang penting diberikan tempat baru, kami sepakat,” katanya.

Sholeh yang mulai menempati kios di pasar loak itu pada 1997 mengaku untuk menempati kios itu membeli dengan harga Rp 350 ribu. Sejak itu, ia jualan suku cadang sepeda motor bekas. “Total ada 26 tahun berarti, makanya sekarang kalau pindah ada sedihnya, tapi juga senang karena dapat tempat yang lebih bagus,” pungkasnya.(sas/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#dagangan #rencana #loak adalah #pertemuan #digagaskan #jalan #bekas #retribusi #pembebasan #onderdil #Hak Milik #Dipindah #pembangunan #lokasi #Pendekatan #proses #Barang #persiapan #Relokasi #warga #Pedagang #pasar #sepakat #kios