MUNCAR, Jawa Pos Radar Genteng – Kebakaran gudang penyimpan ikan milik Budi Setiawan, 42, bukan Agus seperti berita sebelumnya di Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar pada Selasa (19/12) sore, membuat kerusakan cukup parah. Akibat gudangnya seluas 800 meter persegi itu terbakar, korban mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 200 juta.
Gudang penyimpanan ikan yang didalamnya ada lemari pendingin (cold storage) itu, semua rusak. Ikan segar sebanyak dua ton, juga rusak karena terbakar. “Asal api dari cold storage, pasnya dari cold room,” kata pemilik gudang ikan, Budi Setiawan.
Budi mengaku belum tahu pasti penyebab kebakaran dari cold room. Karena selama ini, kondisi cold storage miliknya itu dianggap baik dan normal. Malahan, sejak pagi pabriknya beroperasi dan tidak ada gangguan. “Sejak pagi beroperasi dan normal,” ujarnya.
Dengan nada serius Budi mengaku mengetahui pabriknya terbakar sekitar pukul 13.00, itu setelah dikabari oleh anaknya Ahmad Noval. “Saya diberitahu kalau di gudang ikan ada kepulan asap yang tebal,” ungkapnya.
Budi yang rumahnya di depan gudang mengungkapkan, saat tiba di pabrik ikannya melihat asap tebal berwarna abu-abu keluar dari dalam cold storage yang berisi ikan segar. “Ikan segar di cold storage ada sekitar dua ton, itu permintaan lokal dan ekspor ke Tiongkok,” ungkapnya.
Dari keterangan anaknya, jelas dia, sebelum kebakaran terjadi, salah satu pegawainya yang bertugas sebagai operator Nanang Hariyanto pamitan untuk membeli peralatan yang rusak. “Setelah operator pergi, anak saya memeriksa cold storage,” cetusnya.
Saat melihat di bagian cold storage, lanjut dia, ada kepulan asap tebal dari tumpukan kardus berisi ikan kering yang ditumpuk di atas pemanas (heater) cold storage. “Anak saya berteriak minta tolong untuk memadamkan api,” jelasnya.
Upaya memadamkan api yang dilakukan karyawan dan warga, masih kata dia, tidak membuahkan hasil. Kepulan asapnya malah semakin tebal. “Saat kebakaran suhu dalam cold storage -25 derajat Celsius, suhu sedingin itu seharusnya tidak bisa memunculkan api,” katanya.
Karena kepulan asap semakin tidak terkendali, petugas pemadam kebakaran (Damkar) sektor Srono tiba di lokasi kebakaran. “Petugas Damkar ikut membantu memadamkan api mulai pukul 15.30,” ungkap Kapolsek Muncar, AKP Ali Masduki.
Dalam kebakaran ini, lanjut dia, petugas damkar juga menerjunkan dari Banyuwangi. Empat unit mobil damkar dikerahkan untuk menjinakkan api. “Api sulit dijinakkan karena banyaknya kepulan asap di gudang yang menyebabkan petugas damkar kesulitan mencari titik api,” ujarnya.
Berdasarkan penyelidikan sementara, jelas dia, titik api muncul diduga karena tumpukan kardus yang berisi ikan kering di atas heater cold storage dalam ruang pendingin (cold room). “Tidak ada korban jiwa, korban mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 200 juta,” katanya.(gas/abi)
Editor : Agus Baihaqi