Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pelaksana Proyek Jembatan Jagalan yang Ambrol Didenda oleh DPU CKPP Banyuwangi, Ini Bentuk Dendanya?

Salis Ali Muhyidin • Minggu, 3 Desember 2023 | 14:00 WIB
TAHAP AWAL: Pekerja membersihkan puing-puing reruntuhan bangunan plengsengan Jembatan Jagalan yang ambrodi Kampung Madiunan, Dusun Sepanjang Wetan, Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore pada Sabtu (2/12)
TAHAP AWAL: Pekerja membersihkan puing-puing reruntuhan bangunan plengsengan Jembatan Jagalan yang ambrodi Kampung Madiunan, Dusun Sepanjang Wetan, Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore pada Sabtu (2/12)

GLENMORE, Jawa Pos Radar Genteng – Proses perbaikan plengsengan sayap Jembatan Jagalan yang ambrol di Kampung Madiunan, Dusun Sepanjang Wetan, Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore dikebut. Sabtu (2/12), para pekerja mulai membersihkan puing-puing reruntuhan plengsengan yang ambrol pada Selasa (28/11) lalu.

Kepala Direksi Teknik Lapangan, Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Pemukiman (DPU CKPP) Kabupaten Banyuwangi Rustam Effendi mengatakan, proses perbaikan plengsengan yang ambrol sudah mulai dikerjakan. “Harus secepatnya dikerjakan,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Menurut Rustam, plengsengan sayap Jembatan Jagalan yang ambrol itu baru sepekan diperbaiki oleh CV Hidayah Karya Glenmore yang menghabiskan dana Rp 294 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2023. “Untuk perbaikan ini dikerjakan CV lain, rekanan kami, bukan CV Hidayah Karya lagi,” katanya.

Penunjukan pelaksana proyek lain dalam perbaikan plengsengan yang ambrol ini, terang dia, karena volume bangunan yang rusak sudah melebihi volume proyek sebelumnya yang memakan dana APBD sebesar Rp 294 juta. “Ini sebenarnya masih masuk pemeliharaan, tapi volume yang rusak bertambah,” dalihnya.

Hanya saja, terang dia, pelaksana proyek sebelumnya CV Hidayah Karya tetap harus bertanggung jawab dengan mengerjakan sodetan di barat dan timur Jembatan Jagalan. “Volume pengerjaannya sama dengan apa yang harus diganti, kami minta CV Hidayah Karya kerjakan sodetan,” ungkapnya.

Agar tidak menganggu masyarakat, lanjut dia, perbaikan plengsengan yang ambrol ini ditargetkan harus selesai dalam waktu 21 hari kerja. Target ini dilakukan mengingat mobilisasi masyarakat terganggu dengan ambrolnya plengsengan ini. “Kalau cuaca cerah terus, targetnya secepatnya selesai. Hitungan saya 21 hari kerja sudah rampung,” katanya.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, plengsengan di Jembatan Jagalan yang ada di Kampung Madiunan, Dusun Sepanjang Wetan, Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore ambrol digerus air pada Selasa (28/11) sore. Padahal, plengsengan sayap setinggi 20 meter dengan volume sembilan kali tiga meter itu baru sepekan diperbaiki.

Sebelum plengsengan sayap itu ambrol, sejak Senin (27/11) sore hingga malam, di lokasi itu turun hujan deras. Ternyata, hujan itu membuat plengsengan di samping jembatan yang diperbaiki sejak akhir Agustus 2023 dan baru selesai seminggu lalu itu ambrol. “Dua malam hujan deras, mungkin karena itu jembatannya ambrol,” kata Turaji, 72, salah satu warga setempat.(sas/abi)  

Editor : Agus Baihaqi
#denda #jembatan jagalan #plengsengan #ambrol