GLENMORE, Jawa Pos Radar Genteng – Plengsengan di Jembatan Jagalan, Kampung Madiunan, Dusun Sepanjang Wetan, Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, ambrol digerus air pada Selasa (28/11) sore.
Padahal, plengsengan sayap setinggi 20 meter dengan volume sembilan kali tiga meter itu baru sepekan lalu selesai diperbaiki.
Sebelum plengsengan sayap ambrol, sejak Senin (27/11) sore hingga malam, di lokasi itu turun hujan deras.
Hujan mengakibatkan plengsengan di samping jembatan yang diperbaiki sejak akhir Agustus 2023 dan baru selesai seminggu lalu itu ambrol.
”Dua malam hujan deras, mungkin karena itu jembatannya ambrol,” ujar Turaji, 72, warga setempat.
Turaji yang tinggal sekitar 50 meter dari jembatan itu mengungkapkan, plengsengan sayap pada jembatan itu sebenarnya sudah ambrol sejak Senin (27/11) malam.
Mulanya hanya bagian plengsengan konstruksi lama yang rusak. ”Yang ambrol bagian bawah dulu (Senin malam), tingginya sekitar empat meter. Itu bangunan yang lama,” ucapnya.
Setelah air hujan membanjiri jalan dan debit air sungai di bawah jembatan meninggi, imbuh Turaji, bagian plengsengan sayap jembatan yang baru selesai diperbaiki dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2023 sebesar Rp 294 juta itu ambrol semua.
”Selasa (28/11) sore, plengsengan yang atas ikut ambrol karena tergerus air dari atas (jalan),” tandasnya.
Menurut kakek yang mengaku ikut dalam pembangunan hingga perbaikan jembatan pada 1964 itu, ambrolnya Jembatan Jagalan membuat pengguna jalan yang akan melintas harus berhati-hati.
”Jembatan ini lebarnya sekitar empat meter saja, karena ada bagian yang ambrol, sangat membahayakan,” tuturnya.
Menurut Turaji, tak sedikit warga yang nekat melintasi jembatan itu karena terbatasnya akses jalan alternatif.
Bagi kendaraan roda empat berukuran besar, sudah pasti harus memutar dengan melintasi perkebunan tebu.
”Untuk mobil besar, jalan satu-satunya memutar lewat jalan kebun Kali Sepanjang, Desa Sumbergondo (Kecamatan Glenmore),” ucapnya.
Yang membuat warga khawatir, lanjut Turaji, bila hujan deras kembali mengguyur daerah tersebut, kerusakan pada jembatan akan semakin parah.
Bila jembatan itu putus, sedikitnya 500 kepala keluarga (KK) di Dusun Sepanjang Wetan berpotensi terisolasi.
”Kalau tidak segera ada tindakan, bisa-bisa tidak bisa lewat sama sekali,” ucapnya.
Saat hendak dikonfirmasi, Kepala Desa Sepanjang Rojikin belum bisa dihubungi. Pesan singkat yang dikirim melalui ponsel kades yang baru terpilih untuk periode kali ketiga itu, juga tidak dibalas.
Sementara itu, Kepala Direksi Teknik Lapangan Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Pemukiman (DPU-CKPP) Kabupaten Banyuwangi Rustam Effendi langsung datang ke lokasi untuk melakukan peninjauan.
”Secepatnya akan diperbaiki kembali,” katanya kepada Jawa Pos Radar Genteng.
Menurut Fendi, sapaan akrabnya, pengerjaan sayap jembatan yang rusak itu akan digarap oleh pemborong rekanan DPU-CKPP paling lambat Sabtu (2/11) mendatang.
”Hari ini pemborongnya akan datang mengecek dan mengukur bagian yang rusak. Besok atau paling lambat Sabtu sudah mulai dikerjakan,” tandasnya.
Untuk anggarannya, Fendi mengaku akan menggunakan dana tak terduga yang disiapkan DPU-CKPP dengan besaran yang belum bisa dipastikan.
”Kami pakai dana emergency, ini untuk kemaslahatan banyak orang. Besarannya (anggaran) akan dihitung terlebih dahulu,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, Fendi sudah menyiapkan skema pembuatan sodetan di ujung timur dan barat jembatan.
Sodetan itu diharapkan bisa menjadi jalan buangan air hujan yang jadi penyebab utama tergerusnya plengsengan sayap jembatan.
”Tadi sudah kami ukur, nanti akan kami buat sodetan,” pungkasnya. (sas/abi/c1)
Editor : Ali Sodiqin