GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng – Bapak dan anak yang tinggal di kolong Jembatan Sungai Setail, Kecamatan Genteng, Endra Gunawan, 40, dan Aldy, 14, asal Desa Patempuran, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember tiba-tiba menghilang dari tempat tinggalnya di bawah jembatan, Jumat (24/11).
Endra dan Aldy menghilang saat didatangi pegawai dari Pemerintah Desa (Pemdes) Patempuran, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember bersama Dinas Sosial (Dinsos) Jember dengan diantar pegawai dari Kantor Kecamatan Genteng. “Rombongan dari Jember itu dating untuk menjemput bapak dan anak itu,” terang Camat Genteng, Satrio.
Menurut Camat, bapak dan anak itu sudah tiga bulan tinggal di kolong Jembatan Setail. Setiap hari, keduanya keliling mencari paku di wilayah Kecamatan Genteng. “Setelah saya berkordinasi dengan petugas Dinsos Jember, Alhamdulillah dapat respon positif,” katanya.
Camat menyebut, pihak Dinsos Jember dan Pemdes Patempuran, tempat Endra dan anaknya itu tinggal merespon dengan datang ke Banyuwangi untuk membawa pulang. “Identitas keduanya dikonfirmasi memang benar warga Kalisat, makanya pemdes mau datang ke sini untuk menjemput,” ujarnya.
Hanya saja, lanjut dia, saat sampai di lokasi, bapak dan anaknya sudah tidak ada di kolong jembatan yang menghubungkan Desa Genteng Kulon dengan Desa Setail tersebut. “Baju-bajunya juga tidak ada, tidak ada tanda-tanda keduanya akan kembali lagi,” terangnya.
Diduga, kata Camat, bapak dan anak itu mencari tempat tinggal lain dan pergi meninggalkan bawah jembatan karena enggan dipulangkan ke Jember. “Bilang kalau di sana (Kalisat, Jember) tidak punya saudara lagi. Endra juga baru cerai dengan istrinya. Mungkin pergi ke tempat lain,” kata Camat.
Camat menyampaikan akan meminta petugas Satpol PP Kecamatan Genteng untuk menyisir setiap jengkal daerahnya. “Kasihan kalau masih tinggal di sembarang tempat, sebisa mungkin kami fasilitasi untuk dipulangkan ke tempat asal, tidak tinggal di jalanan (Kota) Genteng,” tandasnya.
Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, kolong jembatan Sungai Setail yang menghubungkan Desa Genteng Kulon dan Desa Setail, Kecamatan Genteng tampaknya jadi tempat favorit bagi tunawisma. Dua gelandangan Endra Gunawan, 40, dan Aldy, 14, ditemukan tinggal di bawah jembatan itu, Selasa (21/11).
Kedua tunawisma yang ternyata bapak adan anak asal Kalisat, Kabupaten Jember, itu ternyata sudah tinggal di kolong jembatan Satail sejak tiga bulan lalu. “Saya di Jember tidak punya rumah, merantau ke sini (Genteng) untuk cari kerja,” kata Endra ditemui Jawa Pos Radar Banyuwangi di bawah jembatan.
Saat perjalanan menuju Banyuwangi dengan menumpang kendaraan logistik, Endra malah jatuh sakit. Ia turun di Kota Genteng dan tidak bisa langsung mencari kerja. “Saya tidak punya tujuan, dan tidak punya saudara, sementara tidur di sini (bawah jembatan),” terangnya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi