Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pasien Rumah Sakit Kebingungan Biaya, Harus 2 Kali Operasi, Biaya Perawatan Sudah Capai Rp 70 Juta

Salis Ali Muhyidin • Senin, 27 November 2023 | 18:15 WIB
LUKA: Subahri mendapat perawatan di RS Graha Medika, Yosomulyo, Kecamatan Gambiran Minggu (26/11)
LUKA: Subahri mendapat perawatan di RS Graha Medika, Yosomulyo, Kecamatan Gambiran Minggu (26/11)

PESANGGARAN, Jawa Pos Radar Genteng – Nasib malang menimpa Subahri, 56, warga Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran. Pria paro baya itu uterus berbaring di rumah sakit (RS) Graha Medika, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran karena luka serius di bagian dada akibat diseruduk sapi peliharaanya, Minggu (26/11).

Selama menjalani perawatan di rumah sakit sejak Selasa (21/11) siang, Subahri menempati ruang intensive care unit (ICU) dan dua kali menjalani ioperasi, pada Selasa (21/11) malam, dan Kamis (23/11). “Kondisinya sudah membaik, tapi masih di ICU,” kata keponakan korban, Feri Nafaro, 36, pada Jawa Pos Radar Genteng.

Menurut Feri, luka yang diderita pamannya itu bermula saat Subahri akan mengeluarkan sapi miliknya dari kandang pada Selasa (21/11) pagi. Saat itu, sapinya itu tiba-tiba berontak dan menyerang dari depan. “Saat itu tidak ada yang tahu, pak lik (Subahri) diseruduk dan tidak sadarkan diri,” ucapnya.

Kondisi Subahri yang sudah tidak berdaya, terang Feri, diketahui salah satu tetangganya yang sedang melintas di kandang. Saat itu, kepala sapi masih berada di dada Subahri. “Untungnya diketahui tetangga, kemudian dibawa ke rumah lalu ke rumah sakit,” cetusnya.

Akibat serudukan sapi itu, masih kata Feri, pamannya mengalami patah tulang rusuk sebanyak 13 titik. Bahkan, salah satu patahan tulang rusuk itu mengenai paru-paru korban yang sehari-hari bekerja di kebun itu. “Yang membuat fatal bagian paru-paru itu, sampai ada gumpalan darah di bagian paru-paru,” cetusnya.

Karena luka itu membuat Subahri harus menjalani operasi hingga dua kali. Operasi yang pertama untuk membersihkan gumpalan darah di paru-paru, dan operasi yang kedua dilakukan di tulang rusuk yang patah. “Yang membuat keluarga bingung soal biaya perawatan yang membengkak hingga Rp 70 juta,” ungkapnya seraya menyampaikan memilih RS Graha Medika karena dianggap lebih dekat dari Pesanggaran.

Feri menyebut pamannya memiliki kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Tapi selama perawatan ini, didaftarkan sebagai pasien non-BPJS sehingga dengan biaya normal. “Kami sedang pusing soal biaya, karena tidak dicover BPJS, dan harus mencari uang sebanyak itu (sampai saat ini Rp 70 juta),” katanya.

Menurut Feri yang juga Kepala Dusun (Kadus) Sukamade ini  sedang mengupayakan agar biaya perawatan Subahri bisa terbantukan. “Sudah mengurus surat pernyataan miskin (SPM), semoga ada jalan keluar,” pungkasnya.(sas/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#biaya #bpjs #penderita #igd #kesehatan #kandang #perawatan #kondisi #Diseruduk #pasien #icu #luka #sapi #rumah sakit #Nasib #berdaya #ruang #melintas #tetangga #Operasi