GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng – Kolong jembatan Sungai Setail yang menghubungkan Desa Genteng Kulon dan Desa Setail, Kecamatan Genteng tampaknya jadi tempat favorit bagi tunawisma. Dua gelandangan Endra Gunawan, 40, dan Aldy, 14, ditemukan tinggal di bawah jembatan itu, Selasa (21/11).
Kedua tunawisma yang ternyata bapak adan anakn asal Kalisat, Kabupaten Jember itu, ternyata sudah tinggal di kolong jembatan Satail itu sejak tiga bulan lalu. “Saya di Jember tidak punya rumah, merantau ke sini (Genteng) untuk cari kerja,” kata Endra ditemui Jawa Pos Radar Banyuwangi di bawah jembatan.
Saat perjalanan menuju Banyuwangi dengan menumpang kendaraan logistik, Endra malah jatuh sakit. Ia turun di Kota Genteng dan tidak bisa langsung mencari kerja. “Saya tidak punya tujuan, dan tidak punya saudara, sementara tidur di sini (bawah jembatan),” terangnya.
Setelah kondisinya membaik, Endra bersama putranya Aldy yang sudah tidak sekolah, bekerja apa adanya. Untuk mempertahankan hidup, keduanya mencari barang rongsokan dengan keliling Genteng. “Bawa karung dan cari paku di jalanan, kita jual untuk beli makan,” terangnya.
Endra yang sudah tiga bulan tinggal di bawah jembatan, akhirnya diendus oleh pegawai dari Kantor Pemerintah Kecamatan Genteng. Camat Genteng, Satrio langsung mendatangi lokasi tersebut. “Saya dapat laporan dari warga, kemudian ke loksi untuk mengecek,” cetusnya.
Camat mengaku datang ke lokasi dengan membawa sembako untuk keperluan Endra dan putranya. Ia meminta keduanya untuk tidak tinggal lama-lama di kolong jembatan. “Karena orangnya (Endra) masih muda, saya minta cari pekerjaan lain dan cari temat tinggal lain, kolong jembatan itu bukan tempatnya,” ujarnya.
Camat mengaku telah minta Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS) Kecamatan Genteng untuk berkoordinasi dengan Dinas Sosial Jember dan memulangkan bapak dan anaknya itu daerah asalnya. “Sementara kami koordinasikan dulu, yang jelas secepatnya kami bantu kembali ke daerah asalnya,” cetusnya.
Menurut Camat, sebelumnya di bawah jembatan ini sempat ditempati Agus Santoso hingga beberapa tahun. Saat ini, pria asal Kecamatan Bangorejo itu telah menempati rumah yang lebih layak. “Yang bersangkutan (Agus Santoso) rutin dapat bantuan dari desa karena sudah dibuatkan kartu tanda penduduk (KTP) sini (Desa Genteng Kulon,” pungkasnya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi