Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Atasi Hama Kaper, Petani Pasang Lampu LED untuk Tanaman Bawang Merah

Lugas Rumpakaadi • Senin, 20 November 2023 | 17:00 WIB
CANTIK: Tanaman bawang merah di Dusun Sumberkepuh, Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo terlihat indah saat disinari lampu LED untuk mengusir hama pada Sabtu (18/11) malam.
CANTIK: Tanaman bawang merah di Dusun Sumberkepuh, Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo terlihat indah saat disinari lampu LED untuk mengusir hama pada Sabtu (18/11) malam.

TEGALDLIMO, Jawa Pos Radar Genteng – Para petani bawang merah di Dusun Sumberkepuh, Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo punya cara unik untuk mengusir hama. Mereka tidak menggunakan pestisida, tapi memanfaatkan lampu LED hijau.

Salah satu petani, Hendro Kurniawan, 40, mengatakan, penggunaan lampu LED ini sebenarnya sudah dilakukan sejak 2020. “Awalnya, banyak petani yang mengeluhkan serangan hama kaper,” ujarnya Minggu (19/11).

Saat bertelur, kata Hendro, kaper mampu menghasilkan 2.000 sampai 3.000 butir telur. Setelah menetas, telur itu akan menjadi ulat yang dapat merusak dan menghambat pertumbuhan tanaman bawang merah. “Inilah musuh utama petani bawang merah,” terangnya.

Selama ini, lanjut dia, petani bawang merah menggunakan bahan pestisida untuk mengatasi serangan hama. Sementara, petani juga mengeluh harga pestisida yang sangat mahal. “Pestisida kimia juga berbahaya bagi lingkungan jika digunakan dalam jangka panjang,” katanya.

Beberapa petani, jelas dia, berinisiatif memasang lampu untuk menangkal serangan kaper yang dianggap merusak itu. Ini dilakukan setelah belajar dari petani lain. “Kami mengadakan studi tiru ke luar daerah yang sudah menggunakan teknologi ini,” ujarnya.

Setelah melihat langsung efektivitas teknologi itu, masih kata dia, beberapa petani mulai mencoba memanfaatkan lampu LED ini. “Lampu ini sebagai pengusir kaper, ternyata cukup efektif, kaper tidak hinggap dan bertelur di daun bawang merah,” cetusnya.

Setiap malam, terang da, lampu LED hijau yang digunakan petani di persawahan yang ditanami bawang merah itu dinyalakan mulai pukul 17.00 hingga 06.00. “Malam hari, lahan bawang merah petani juga terlihat lebih indah saat disinari LED ini,” ungkapnya.

Dari awalnya 14 petani yang menggunakan teknologi LED hijau untuk mengusir hama, terang dia, kini ada 30 petani yang ikut memanfaatkan teknologi itu di lahan seluas hampir tujuh hektare. “Sekarang sudah tidak tergantung pestisida kimia lagi,” terangnya.

Petani bawang merah lainnya, Agung Dwi Setiawan, 27, menambahkan, sejak menggunakan lampu LED, kini hanya menggunakan sekitar 60 persen pestisida saja dibandingkan sebelum menggunakan lampu. “Secara langsung, ini membuat biaya produksi bawang merah lebih murah,” ujarnya.

Produksi bawang merah, kata dia, juga meningkat dari 10 ton per hektare, menjadi hampir 13 ton per hektar. “Keuntungan bersih juga bisa meningkat berkat lampu LED ini,” cetus petani muda itu.

Menurut Agung, tantangan  petani bawang merah di desanya harga bibit dan panen yang masih fluktuatif. Petani bisa untung besar saat harga bibit murah dan harga panen tinggi. “Harga bibit dan hasil panen bawang merah masih tergantung permintaan pasar,” imbuhnya.

Di masa mendatang, Agung berharap teknologi lampu LED ini tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk komoditas bawang merah. Tapi juga ke komoditas lain yang umum ditanam petani di desanya. “Masih akan dicoba ke komoditas melon, kalau berhasil, pasti dikembangkan lagi,” pungkasnya.(gas/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#biaya #produksi #pertumbuhan #Menghambat #hama #hijau #Petani #Efektivitas #Lingkungan #studi #Kaper #Komoditas #ulat #lampu #merusak #pestisida #Pasang #teknologi #persawahan #bawang merah #tanaman #bahan #bertelur #led #unik #mengusir #serangan #kimia