TEGALDLIMO, Jawa Pos Radar Genteng – Puluhan siswa kelas V dan VI SDN 3 Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo mengikuti pelatihan memadamkan api dari petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), Kamis (16/11). Kegiatan itu bersamaan dengan program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) di sekolahnya.
Usai pelatihan memadamkan api, para siswa suka ria mandi bersama di halaman sekolah dengan air dari semprotan mobil damkar. Malahan, ada beberapa guru ikut bergabung. Mereka itu seolah kangen hujan-hujanan setelah kemarau yang berkepanjangan. “Anak-anak terlihat senang semua, sepertinya kangen hujan-hujanan ya,” kata Koordinator Damkar Sektor Srono, Hery Siswanto.
Menurut Hery, sejak pagi puluhan siswa SDN 3 Kedungwungu sudah menunggu kedatangan petugas damkar. Saat rombongannya dating, mereka langsung mengerubuti mobilnya. “Banyak anak-anak yang penasaran dengan mobil damkar,” ungkapnya.
Para siswa itu diajak ke ruang kelas dan diberi materi terkait sumber api, kebakaran, dan cara mengatasinya. Semua materi itu, disampaikan oleh petugas damkar. “Materi itu penting, siswa diharapkan bisa mengetahui penyebab kebakaran yang sering timbul secara tiba-tiba,” katanya.
Tidak hanya diperkenalkan penyebab kebakaran, lanjut dia, para siswa SDN 3 Kedungwungu juga dibekali pengetahuan dasar memadamkan api. “Diperkenalkan beberapa alat seperti alat pemadam api ringan (APAR) hingga cara mengatasi kebakaran kecil di rumah,” ujarnya.
Usai menerima materi, siswa diajak ke lapangan sekolah untuk praktik memadamkan api kecil di rumah. “Alat peraganya pakai ember yang dibakar bagian dalamnya, siswa memadamkan api menggunakan kain basah,” cetusnya.
Usai praktik memadamkan api, petugas damkar menyiramkan air melalui selang yang ada di bagian atas mobil Fire Dome. “Siswa sangat senang bermain air,” pungkasnya pada Jawa Pos Radar Banyuwangi.(gas/abi)
Editor : Agus Baihaqi