Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Debit Air Dam Bendung Setail Naik Drastis, Penjaga Pintu Siaga

Salis Ali Muhyidin • Rabu, 15 November 2023 | 17:45 WIB
MENINGKAT: Debit air di Bendung Setail Teknik Dusun Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng naik hingga 6.000 liter per detik, Selasa (14/11).
MENINGKAT: Debit air di Bendung Setail Teknik Dusun Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng naik hingga 6.000 liter per detik, Selasa (14/11).

GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng - Petugas pintu air di Bendung Setail Teknik, Dusun Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng mulai siaga. Setelah mengering karena kemarau, debit air di bendungan itu naik setelah beberapa hari terakhir turun hujan, Selasa (14/11).

Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Genteng, Sarwadi, mengatakan, saat ini debit air di pintu air mencapai 6.000 liter per detik. ‘Debit air mulai naik sejak Senin (13/11),” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Genteng di kantornya.

Saat kemarau yang berkepanjangan, terang dia, debit air di pintu air Bendung Setail Teknik Dusun Maron, Desa Genteng Kulon itu hanya sekitar 1.500 liter per detik. “Ini naik drastis, sebelumnya sempat mengecil (debit air),” ujarnya.

Debit air yang naik itu, terang dia, setelah di wilayah Banyuwangi selatan, termasuk di Kecamatan Genteng, beberpa hari terakhir turun hujan deras. “dua hari ini turun hujan deras, debit air naik, ketinggiannya mencapai 1,2 meter,” katanya.

Meski ketinggian air sungai mencapai 1,2 meter, Sarwadi menilai masih dianggap aman. Baru kalau debit air itu naik hingga enam meter, itu sudah masuk bahaya. “Kalau ketinggian air mencapai enam meter sudah meluap ke pemukiman penduduk,” cetusnya.

Debit air yang masih aman, Sarwadi menyampaikan penjaga pintu di Bendung Setail sudah standby penuh. Ini untuk mengantisipasi bila ada kenaikan debit air secara mendadak. “Bila debit air naik mendadak, penjaga pintu air akan langsung menutup, airnya akan dialirkan ke saluran sekunder,” terangnya.

Sarwadi menyebut, setelah air kembali surut, sedimen pasir, lumpur, dan akar pohon langsung dibersihkan oleh petugas pengairan di lapangan. “Siang ini kami baru selesai bersih-bersih sedimen,” katanya.

Pengerukan sedimen di aliran sungai, lanjut dia, harus dilakukan secara berkala. Bila tidak, material yang dibawa aliran sungai akan menumpuk dan menyebabkan daya tampung sungai kurang maksimal. “Sedimen pasir dan kerikil itu menyebabkan pendangkalan, itu yang menyebabkan air meluap,” tuturnya.(sas/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#Sedimen #penjaga #wilayah #Mengantisipasi #Drastis #petugas #kantor #siaga #SUMBER #teknik #surut #lumpur #Selatan #Koordinator #Air #kemarau #dam #mendadak #pasir #meluap #bahaya #debit air #Daya #Menutup #pohon #Sungai #pintu #Korsda #banyuwangi #naik #Dibersihkan #Aman #bendung #bendungan