TEGALSARI, Jawa Pos Radar Genteng – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kereta kelinci atau odong-odong kembali terjadi. Pada Minggu (12/11), kereta kelinci yang disopiri Fajar, 40, asal Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari dengan penumpang sekitar 60 orang, menabrak warung makan dan tempat cukur milik Mariyati, 60, di Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari.
Akibat kecelakaan itu, salah satu penumpang Hari, 50, asal Dusun Krajan 1, Desa Setail, Kecamatan Genteng harus dilarikan ke rumah sakit (RS) Al Huda, Gambiran, karena mengalami luka yang cukup serius di bagian kepala. “Yang terluka hanya satu orang karena jatuh, penumpang lainnya hanya syok,” kata Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) Genteng, Catur Susiono Prasojo, 39.
Prasojo yang sempat mendatangi lokasi kejadian itu menjelaskan, kecelakaan itu bermula saat rombongan kereta kelinci asal Desa Setail, Kecamatan Genteng itu baru pulang dari rekreasi di Pantai Pulau Merah, Desa Sumberagung, Kecamatan Gambiran. “Itu rombongan habis rekreasi,” ujar pemuda asal Dusun Curahketangi, Desa Setail itu.
Menurut Prasojo, saat odong-odong itu melaju dari arah selatan, ada salah satu penumpang yang merasakan roda gandengan sebelah kanan tidak normal. Penumpang itu menyampaikan kepada sopir. “Rodanya hampir copot, sudah bilang ke sopir, tapi kata sopir sudah biasa seperti itu,” cetusnya.
Benar saja, tak lama setelah itu roda depan gandengan tiba-tiba copot. Akibatnya, odong-odong oleng dan sopir panik dengan banting setir ke arah kanan. “Sopir banting setir dan menabrak warung makan dan tempat cukur rambut,” cetusnya.
Saat kejadian, jelas dia, Hari yang saat kejadian sedang tertidur di gandengan sebelah kanan, tidak tahu saat kecelakaan. Korban ini jatuh dan kepalanya membentur tanah. “Korban luka di kepala, paling parah di mata kirinya sampai bengkak,” ucap Prasosjo seraya menyebut kondisi korban saat ini sudah membaik.
Prasojo mengaku saat mendapat informasi dari warga terkait odong-odong yang kecelakaan itu, langsung mendatangi TKP untuk mengevakuasi korban. “Kami fokus ke korban dan anak-anak, saat itu banyak anak-anak yang menangis,” tandansya.
Kapolsek Tegalsari, Iptu Achmad Rudy mengatakan sudah memediasi pemilik bangunan yang rusak dengan sopir odong-odong. “Total kerusakan bangunan sekitar Rp 5 juta, sopir sanggup membenahi,” terangnya.
Sementara itu, Kanit Lantas Polsek Genteng, Iptu Nanang Wardhana mengaku tidak mendapat laporan terkait kecelakaan kereta kelinci itu. “Hingga kini tidak ada laporan, kemungkinan sudah selesai secara kekeluargaan,” katanya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi