Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Domba Asli Banyuwangi Kurang Popular, Peternak Juga Banyak yang Tidak Berminat, Ingin Tahu Jenis Domba itu?

Lugas Rumpakaadi • Minggu, 12 November 2023 | 15:00 WIB
SAMPEL GENETIK: Domba asli Banyuwangi sedang diperiksa petugas Dispertan Banyuwangi untuk mengumpulkan data genetik di Dusun Krajan, Desa Tampo, Kecamatan Cluring pada Jumat (10/11).
SAMPEL GENETIK: Domba asli Banyuwangi sedang diperiksa petugas Dispertan Banyuwangi untuk mengumpulkan data genetik di Dusun Krajan, Desa Tampo, Kecamatan Cluring pada Jumat (10/11).

CLURING, Jawa Pos Radar Genteng – Domba jenis sopas masih belum banyak diminati oleh masyarakat Banyuwangi. Padahal, hewan ternak dengan harga yang cukup mahal ini salah satu jenis domba asli Banyuwangi. Tapi hingga kini, masih belum ada pengakuan resmi soal jenis domba ini secara legal.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Ilham Juanda melalui Bidang Subkoordinator Bina Usaha Peternakan, Bambang Nurseno mengaku ikut membantu pengajuan pembuatan surat keputusan dari pemerintah terkait status nama sopas agar diakui sebagai domba asli Banyuwangi. “Ini untuk mempromosikan dan melindungi keberagaman jenis domba lokal, salah satunya sopas,” ungkapnya di Dusun Krajan, Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Jumat (10/11).

Menurut Bambang, pengukuran genetik ini langkah penting untuk memastikan bahwa domba yang dihasilkan oleh peternak domba sopas memiliki karakteristik genetik yang sesuai dengan kriteria domba asli Banyuwangi. “Pengakuan resmi untuk status itu yang mengajukan pemkab ke kementrian terkait berdasarkaan data seperti laboratoris, pengukuran, asal-usul, foto, dan sebagainya,” terangnya.

Upaya pengakuan itu, kata dia, diharapkan dapat memberikan peluang meningkatkan ekonomi peternak di Banyuwangi. “Dengan menjaga dan melestarikan status domba asli Banyuwangi, kita juga ikut merawat keberagaman genetik yang unik,” ungkapnya.

Bambang menyebut, semakin banyak peternak yang turut dalam melestarikan jenis domba ini, semakin tinggi pula permintaan. Dan itu akan meningkatkan harga domba secara keseluruhan. “Dengan harga domba yang semakin mahal, peternak dapat merasakan manfaat ekonomi yang signifikan, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraannya,” katanya.(gas/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#domba #asli #dispertan #banyuwangi #sopas