KALIBARU, Jawa Pos Radar Genteng – Unit Reskrim Polsek Kalibaru masih terus memburu Febriyanto, 25, asal Dusun Terongan, Desa Kebonrejo, Kecamatan Kalibaru yang diduga telah membacok komandan satpam Perkebunan Sumberwuni di Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru, Misyanto, 54, pada Minggu (5/11) malam.
Sambil mencari pelaku yang kabur ke arah Jember, penyidik Polsek Kalibaru memeriksa sejumlah saksi yang dianggap mengetahui kasus pembacokan itu. “Kami sudah mengamankan BB (barang bukti) berupa tiga karung kelapa muda hasil curian,” cetus Kanit Reskrim Polsek Kalibaru, Aipda Sujarwadi.
Sujarwadi menyebut kasus ini dipisah, yakni dugaan pencurian buah kelapa dan pembacokan dengan korban Misyanto. Penanganan kasus pencurian, karena pihak perkebunan melaporkan ada pencurian kelapa. “Pencurian kelapa sudah berulang kali,” tandasnya.
Kanit Reskrim mengaku telah mengundang lagi Tohet, 55, ayah Febriyanto untuk diperiksa sebagai saksi atas kasus pembacokan yang dilakukan anaknya itu. Dari pengakuan saksi lain, Hardiyanto, 39, yang juga satpam kebun, Tohet yang menyuruh Febriyanto membacok Misyanto. “Pak Tohet sudah pernah kita periksa, ini akan kami panggil lagi untuk diperiksa,” cetusnya.
Ditanya apakah Tohet yang menyuruh Febriyanto membacok Misyanto sesuai pasal 56 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pelaku dan pembantu tindak pidana kejahatan itu, Sujarwadi mengaku masih menunggu keterangan saksi lainnya. “Itu perlu keterangan dari Febriyanto,” tandasnya.
Sujarwadi menyebut kondisi Misyanto sudah semakin membaik. Korban telah melewati masa-masa kritisnya usai dibacok menggunakan senjata tajam (sajam) jenis golok oleh Febriyanto. “Informasi dari keluarga yang menjaga, korban sudah berangsur membaik dan melewati masa-masa kritisnya,” ucapnya.
Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, Komandan Satpam Perkebunan Sumberwuni di Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru, Misyanto, 54, dibacok maling menggunakan senjata tajam (sajam) jenis golok pada Minggu (5/11) malam. Korban yang terluka parah di bagian kepala itu, kini mendapat perawatan di RSU Bhakti Husada, Krikilan, Kecamatan Glenmore.
Dugaan kuat, korban itu dibacok oleh Febriyanto, 25, pemuda asal Dusun Terongan, Desa Kebonrejo, Kecamatan Kalibaru. Saat itu, pelaku dipergoki korban mencuri kelapa bersama dua temannya Hendrik, 26, dan Eko, 25. “Mereka itu mencuri kelapa di Perkebunan Sumberwuni,” terang Kapolsek Kalibaru, Iptu Yaman Adinata pada Jawa Pos Radar Genteng.
Menurut Kapolsek, aksi pembacokan itu bermula saat Febriyanto bersama dua temannya, Hendrik dan Eko mencuri kelapa di Perkebunan Sumberwuni. Saat beraksi, dipergoki Hardiyanto, 39, anggota satpam kebun. “Satpam ini kenal dengan pelaku, menegur dan menanyakan kok masih mengulang (mencuri). Satpam juga minta pelaku tidak membawa kelapa,” terangnya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi