GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng – Pabrik roti Sri Rezeki di Dusun Krajan, Desa Setail, Kecamatan Genteng terbakar, Minggu (5/11) sekitar pukul 12.00. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, saat kejadian para pekerja pabrik tidak ada yang masuk karena sedang libur.
Api yang membakar pabrik roti ini, berasal dari gudang barang bekas dan merembet ke ruang produksi opak gulung. Untuk asal api, diduga pembakaran sampan di dekat pabrik roti. “Di situ (gudang) tidak ada instalasi listrik, semuanya dari bawah (tanam), jadi kemungkinan dari bakar sampah,” kata salah satu pekerja pabrik, Mahmudi, 41.
Mahmudi menyampaikan tidak ada yang tahu asal mula kebakaran itu. Ia sendiri saat kejadian sedang istirahat di rumahnya yang tidak jauh dari lokasi pabrik. “Saya mendapat informasi kebakaran dari tetangga, saya ditelephone kalau pabrik terbakar,” terangnya.
Dari kabar itu, Mahmudi mengaku langsung menuju ke pabrik roti tempatnya bekerja. Setiba di lokasi, api ternyata sudah membesar. Warga yang tinggal di sekitar pabrik, juga berdatangan dan memadamkan api yang telah membakar pabrik yang setiap hari memproduksi opak gulung dan kue bolu sekitar 40 kilogram tersebut. “Untungnya karyawan rumahnya dekat-dekat, meski sedang libur bisa cepat datang,” katanya.
Warga dan para karyawan langsung memadamkan api menggunakan alat-alat seadanya. Kuatnya terpaan angin, mempercepat api menyebar ke bagian produksi kue melalui atap. “Ledakan dari kaleng cat bekas juga terdengar, warga jadi panik,” terangnya.
Api yang semakin membesar, membuat warga dan karyawan tidak mampu memadamkan api. Warga kemudian meminta bantuan petugas pemadam kebakaran (damkar). “Kami dapat laporan saat melakukan pemadaman di Kecamatan Songgon, jadi datang agak terlambat,” kata Koordinator Damkar Genteng, Sutikno.
Sutikno mengaku saat tiba di lokasi dengan lima anggotanya langsung melakukan pemadaman. “Api masih muncul, kami melakukan pemadaman sekitar 20 menit. Lalu dilanjutkan dengan pendinginan 20 menit,” cetusnya.
Ditanya soal kendala pemadaman, Sutikno mengungkapkan banyaknya barang yang mudah terbakar di gudang tersebut membuat pemadaman menjadi sulit. “Di dalam gudang yang tertutup seng itu banyak batok kelapa dan sekam, api cepat membesar dan menyulitkan pemadaman,” pungkasnya.
Kanit Reskrim Polsek Genteng, Ipda Agus Purnomo yang dating bersama anggotanya mengaku ikut membantu memadamkan api. Pihaknya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kebakaran. “Kami cari informasi terkait penyebab kebakaran. Ditemukan fakta adanya pembakaran sampah di dekat gudang, tapi siapa yang membakar sampah masih belum diketahui,” cetusnya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi