GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng - Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng, menggelar wisuda sarjana ke-29 dan dies natalis yang ke-35 pada Sabtu (4/11). Kegiatan itu digelar di Ballroom El Royale Hotel, Dusun Krajan, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat.
Sebanyak 350 mahasiswa dari empat fakultas dengan tujuh program studi (Prodi) yang telah menyelesaikan pendidikannya, disahkan sebagai sarjana melalui prosesi wisuda sarjana. Mereka dikukuhkan di hadapan senat institute, orang tua, dan tamu undangan. Dari 350 mahasiswa yang diwisuda itu, dari Fakultas Tarbiyah Prodi Pendidikan Agama Islam ada 178 mahasiswa, Prodi Pendidikan Guru MI (PGMI) ada 34 mahasiswa, dan Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) ada 30 mahasiswa.
Dari Fakultas Syariah dengan Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI) ada 19 mahasiswa. Sedang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dengan Prodi Ekonomi Syariah (Ekos) ada 53 mahasiswa, dan Prodi Perbankan Syariah (Psy) ada 8 mahasiswa. Untuk Fakultas Dakwah dengan Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) ada 28 mahasiswa yang diwisuda. “Para alumni harus jadi sumber inspirasi bagi upaya pembangunan masyarakat dan bangsa Indonesia,” kata pinta Rektor IAI Ibrahimy Genteng, Dr H Lukman Hakim, Sag MHI.
Dengan mengusung tema, Mengukuhkan Peran Alumni yang Unggul dan Berdaya saing Tinggi menuju Indonesia Emas, Lukman berharap para wisudawan merefleksikan tekad dan keinginan para pimpinan kampus. “Kami berkomitmen akan meningkatkan mutu pelayanan pendidikan,” katanya.
Peningkatan mutu itu dilakukan agar para mahasiswa dapat menjalankan studi dengan nyaman, efektif, dan menyenangkan. “Kami yakin layanan pendidikan yang bermutu diperlukan untuk meningkatkan prestasi mahasiswa,” cetusnya.
Menurut Lukman, IAI Ibrahimy Genteng senantiasa berjuang mewujudkan visi menjadi Perguruan Tinggi Yang Unggul, Kompetitif dan Berkarakter Islami. “Kami membuat program-program pengembangan, baik dalam hal sumber daya manusia (SDM) maupun sarana dan prasarana (Sarpras),” ujarnya.
Pengembangan SDM, masih kata dia, sudah diupayakan melalui program workshop, pelatihan, Focus Group Discussion (FGD), short course, dan visiting. “Program- program itu melibatkan semua unsur yang terlibat dalam tata kelola IAI Ibrahimy Genteng,” katanya.
Dalam wisuda sarjana ini, Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) tertua di Kota Gandrung yang beralamat di Jalan KH Hasyim Asyari, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, menetapkan Muhammad Nurkholiq dari Prodi PAI sebagai mahasiswa terbaik dengan IPK 3,91. Selain itu, juga menetapkan tujuh wisudawan terbaik di tingkat prodi. “Apresiasi i juga kami berikan kepada pemilik skripsi terbaik,” pungkasnya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi