MUNCAR, Jawa Pos Radar Genteng – Usai digelar Salat Istisqa untuk memohon turun hujan yang dilaksanakan di 25 kecamatan se Kabupaten Banyuwangi pada Kamis (2/11), di sejumlah daerah telah turun hujan. Tapi, itu tidak semua, termasuk di wilayah Kecamatan Muncar.
Bila di beberapa wilayah di Banyuwangi selatan sejak pagi turun hujan atau setidaknya mendung, tapi tidak di sekitar Pelabuhan Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Jumat (3/11). Sejak pagi hingga sore, di daerah ini sangat panas. “Kami masih bisa produksi normal,” ujar Sutiah, 60, salah satu perajin ikan asin asal Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar.
Sutiah mengaku sudah mendengar informasi di beberapa wilayah telah turun hujan. Informasi yang diterima dari beberapa pengepul ikan asin yang belanja di tempatnya. “Infonya sudah turun hujan di Kecamatan Kalibaru, Glenmore, Genteng, dan Srono,” katanya.
Untuk di kampungnya sendiri, Sutiah menyampaikan hanya sempat berawan pada malam hari. Kemudian, pagi hingga siang cuaca masih cerah meski terlihat ada awan. “Di sini belum hujan,” cetusnya.
Menurut perajin yang sudah puluhan tahun membuat ikan asin di Pelabuhan Muncar itu menyampaikan, setiap musim penghujan produksi ikan asin sedikit terganggu. “Kami harus memastikan agar ikan yang dijemur tidak basah terkena air,” terangnya.
Saat musim hujan tiba, lanjut dia, panas matahari tidak sebanyak musim kemarau. Perajin ikan asin harus siaga saat mulai mendung. “Saat mendung sudah terlihat, seluruh ikan yang dijemur harus cepat-cepat dimasukkan,” katanya.
Perajin ikan asin lainnya, Halida, 43, menjelaskan saat musim hujan, produksi ikan asin akan butuh waktu lebih lama. “Biasanya sehari sudah kering, saat musim hujan butuh waktu sampai tiga hari,” terangnya.
Lamanya waktu penjemuran ikan itu, kata dia, karena sejak pagi hingga siang cahaya matahari tidak bersinar penuh. “Proses penjemuran juga masih tradisional, untuk mengeringkan ikan belum ada pengganti,” cetusnya.(gas/abi)
Editor : Agus Baihaqi