Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ditinggal Jemput Anak, Rumah Ludes Terbakar Kerugian Mencapai Ratusan Juta Rupiah

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 2 November 2023 | 17:05 WIB
LUDES: Petugas Damkar Sektor Genteng memeriksa dapur rumah usai pemadaman api di Dusun Rejeng, Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon pada Selasa (31/10) siang.
LUDES: Petugas Damkar Sektor Genteng memeriksa dapur rumah usai pemadaman api di Dusun Rejeng, Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon pada Selasa (31/10) siang.

SONGGON, Jawa Pos Radar Genteng – Rumah milik Nining Agustina Hadi, 42, di Dusun Rejeng, Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon ludes terbakar pada Selasa (31/11) siang. Tidak ada korban dalam kebakaran ini. Api yang membakar rumah itu, diduga akibat korsleting listrik.

Kapolsek Songgon, AKP Maskur mengatakan, kebakaran rumah milik Nining itu terjadi sekitar pukul 13.00. Api yang membakar rumah bagian dapur itu, kali pertama diketahui oleh Raja Pamungkas Mahameru, 10, salah satu anak korban. “Saat itu anak pemilik rumah sedang bermain gawai di ruang keluarga,” katanya.

Sedang Nining, jelas dia, sedang menjemput anaknya yang lain di sekolah. Api yang membakar rumah bagian dapur itu, mulanya tidak bersuara. Malahan, juga tidak ada bau atau suara apapun. “Anak pemilik rumah kebetulan akan ke dapur, melihat ada api dan langsung berteriak minta tolong,” ungkapnya.

Raja juga minta tolong kepada Suprapto, seorang tukang kayu yang sedang bekerja di samping rumah korban. Cuaca panas di tengah terik matahari ditambah angin yang cukup kencang, membuat api cepat membesar dan membakar bagian dapur rumah korban. “Suprapto yang panik meminta pertolongan pada warga lainnya,” ujarnya.

Pemilik rumah baru mengetahui rumahnya terbakar saat pulang dari sekolah anaknya. Korban ini segera menghubungi petugas pemadam kebakaran (Damkar). “Empat personil berusaha memadamkan api yang sudah hampir merembet ke sisi depan bangunan,” ungkap Koordinator Damkar Genteng, Sutikno.

Sutikno menyebut banyak kendala yang dihadapi anggotanya saat memadamkan api, seperti bangunan rumah yang mudah terbakar dan jalan menuju lokasi yang terjal dan memperlambat gerak mobil damkar. “Kami tiba di lokasi sekitar satu jam setelah mendapat laporan dari korban,” ujarnya.

Bersama anggotanya, Sutikno harus berjibaku melawan api yang telah membakar dapur rumah milik korban. Butuh waktu 30 menit untuk memadamkan api. “Dari pemeriksaan di TKP, api berasal dari hubungan pendek listrik, korsleting listrik bagian dapur,” katanya.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu. kerugian korban akibat rumahnya terbakar ditaksir mencapai Rp 100 juta. “Taksiran kerugian itu dari kerusakan bangunan dapur yang semua habis terbakar dan tidak bersisa,” pungkasnya.(gas/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#bekerja #Korslering Listrik #bermain #Pemilik #ludes #anggota #matahari #api #terbakar #korban #Bersuara #tkp #kerugian #tukang kayu #Anak #Rumah #damkar #jemput anak #pemeriksaan