GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng – Sudah empat bulan berjalan, kasus temuan bayi prematur berkelamin perempuan yang sudah meninggal di bawah pohon bambu dekat sungai Dusun Jalen 1, Desa Setail, Kecamatan Genteng, pelakunya masih belum jelas. Anggota Unit Reskrim Polsek Genteng belum berhasil mengungkap pembuang bayi, Selasa (31/10).
Meski polisi masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi, tapi pelakunya masih gelap. “Sejak awal kejadian hingga sekarang, kami masih terus melakukan penyelidikan,” kata Kanit Reskrim Polsek Genteng, Ipda Agus Purnomo.
Menurut Kanit Reskrim, untuk mencari petunjuk orang yang tega membuang bayi prematur dan mengubur di bawah pohon bambu. Anggotanya telah melakukan sejumlah tindakan. “Kami sisir di sekitar lokasi, mungkin ada yang memiliki CCTV, ini untuk memudahkan penyelidikan,” ujarnya.
Agus juga mengaku telah mengintruksikan anggotanya untuk memantau kondisi makam bayi yang telah dipindah ke tempat pemakaman umum (TPU) Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng. “Kita minta memantau makam, siapa tahu ada orang yang mencurigakan datang, tapi hasilnya nihil, sampai sekarang belum ada petunjuk,” ucapnya.
Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, warga Dusun Jalen 1, Desa Setail, Kecamatan Genteng Geger pada Senin (26/6) siang. Salah satu warga di perkampungan padat penduduk itu, menemukan bayi prematur berkelamin perempuan yang sudah meninggal di bawah pohon bambu dekat sungai.
Bayi yang diperkirakan masih berusia enam bulan di dalam kandungan itu, ditemukan warga terbungkus kantong plastik atau kresek dan dikubur dengan kedalaman 20 centimeter. “Saya pulang dari sawah dan lewat situ (lokasi penemuan bayi), banyak cabai yang dibuang di bawah pohon bambu,” kata Warsini, 50.
Warsini yang rumahnya tidak jauh dari lokasi penemuan itu, mengaku awalnya langsung masuk ke rumah untuk istirahat. Tapi karena punya perasaan tidak enak, ia kembali ke lokasi pinggir sungai itu. “Di situ ada orang buang cabai, cabainya bagus-bagus. Saya balik lagi dan ambil cabainya, ternyata di dekatnya ada bayi yang sudah meninggal.” ujarnya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi