Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Di Pasar Genteng, Harga Cabai Rawit Sentuh Harga Rp 58 Ribu Perkilogram

Salis Ali Muhyidin • Sabtu, 28 Oktober 2023 | 20:05 WIB
CEK: Petugas Pasar Genteng 1, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng mengecek harga cabai di salah satu lapak pedagang, Jumat (27/10).
CEK: Petugas Pasar Genteng 1, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng mengecek harga cabai di salah satu lapak pedagang, Jumat (27/10).

Jawa Pos Radar Genteng – Harga pedesan di Pasar Genteng 1, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, tengah meroket.

Saat ini, harga cabai rawit merah mencapai Rp 58 ribu per kilogram, sedang harga cabai hijau berkisar Rp 38 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram, kemarin (27/10).

Salah satu petugas Pasar Genteng 1, Arif Kurniawan menjelaskan, kenaikan harga cabai rawit ini sudah terjadi sejak seminggu lalu.

“Seminggu terakhir ini harga cabai rawit hampir menyentuh Rp 60 ribu per kilogram. Untuk cabai besar sekitar Rp 28 ribu per kilogram,” kataArif kepada Jawa Pos Radar Genteng.

Padahal sebelumnya, terang dia, harga cabai rawit hanya berkisar Rp 52 ribu sampai Rp 54 ribu per kilogram. Sedangkan harga cabai rawit hijau Rp 30 ribu per kilogram.

“Itu data kita pada Sabtu (21/10), saat itu awal-awal harga cabai rawit naik,” terangnya.

Kenaikan harga cabai ini, terang dia, diuga akibat banyaknya petani yang gagal panen. Itu berkaitan erat dengan kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah.

“Panenan cabai jelek belakangan ini, stok di pasar ini sangat sedikit,” ujarnya.

Tidak hanya itu, jelas dia, kesulitan pupuk yang tengah dialami para petani juga memperparah kondisi ini. Sehingga berdampak pada buruknya hasil panenan.

“Dari yang kami tangkap di lapangan seperti itu, yang dikeluhkan para pemasok cabai bagi pedagang di sini,” tandasnya.

Salah satu pedagang, Siti Umi Kulsum, 52, menjelaskan, mahalnya cabai rawit ini berdampak juga pada hasil jualannya yang menurun.

“Saya ambil cabai tidak banyak, selain karena stoknya sedikit, yang beli juga minim karena harganya mahal,” katanya.

Umi memutuskan untuk mengurangi pembelian cabai di tengkulak itu, juga karena takut cabai yang kurang laku itu menjadi rusak sia-sia.

“Ambilnya di tengkulak sudah mahal, kalau ambil banyak dan jualnya susah, bisa-bisa rusak di gudang,” dalihnya. (sas/abi)

Editor : Ali Sodiqin
#Pedesan #Pasar Genteng #cabai #Rawit #Pedagang #banyuwangi #harga