PURWOHARJO, Jawa Pos Radar Genteng – Kebakaran hutan kembali terjadi di hutan produksi RPH Karetan, BKPH Karetan, Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Kamis (19/10). Kebakaran itu diduga akibat putung rokok dan pembakaran sampah.
Kebakaran di hutan RPH Karetan ini cukup sering terjadi. Itu bisa dilihat sisa-sisa kebakaran di wilayah hutan yang berdekatan dengan perumahan penduduk itu. “Ada laporan kebakaran, kita ikut memadamkan api dengan peralatan seadanya, kita juga membuat sekat untuk mengendalikan api agar tak menyebar ke lahan lainnya,” ujar Kapolsek Purwoharjo, AKP Budi Hermawan, Kamis (19/10).
Kobaran api, kata dia, cepat menyebar lantaran di hutan itu dipenuhi kayu, ranting kering, daun pohon jati kering, dan rumput yang kering. “Itu jadi penyebab api cepat merambat dan menghanguskan hutan produksi milik Perhutani,” katanya.
Api yang cepat menjalar dan membesar di Hutan Karetan itu, jelas dia, lantaran angin yang cukup kencang dengan cuaca sangat panas. “Api menyebar luas dan menghanguskan hutan,” ujarnya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Kapolsek mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran hutan yang lokasinya tidak jauh dari Mapolsek Purwoharjo itu. “Ada kemungkinan api berasal dari pembakaran sampah, atau punting rokok,” katanya.
Kebakaran hutan di RPH Karetan, BKPH Karetan, Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo ini juga terjadi pada Minggu (22/9). “Luas hutan jati yang terbakar mencapai 1,5 hektar, di lahan itu ada tanaman jati tahun tanaman 2004,” kata Kepala Resor Pemangku Hutan (KRPH) Karetan, Warsito.
Waka ADM Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Giman menambahkan, musim kemarau dan cuaca yang kering dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan. “Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan, seperti pembakaran sampah sembarangan dan membuang puntung rokok,” pintanya.(gas/abi)
Editor : Agus Baihaqi