Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sempat Ramai di Era 90-an, Pantai Grajagan Hanya Dinikmati Pemancing Daerah Batu Karang di Sisi Barat Pantai

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 19 Oktober 2023 | 17:18 WIB
CARI IKAN: Warga memancing ikan di daerah batu karang sisi barat Pantai Grajagan, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo Rabu (18/10).
CARI IKAN: Warga memancing ikan di daerah batu karang sisi barat Pantai Grajagan, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo Rabu (18/10).

PURWOHARJO, Jawa Pos Radar Genteng – Sempat ramai di era 90-an, Pantai Grajagan yang berlokasi di Dusun Kampung Baru, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo kini sepi dari kunjungan. Setiap harinya, pantai yang terletak di kawasan Perhutani KPH Banyuwangi Selatan itu, hanya dikunjungi nelayan yang ingin menangkap ikan.

Pada pagi hari, di pantai itu ramai nelayan yang baru pulang melaut. Selain itu, beberapa penggila pancing dari luar desa memanfaatkan daerah batu karang di sisi barat pantai untuk memancing. “Tempatnya sepi, cocok untuk mancing,” ujar Damar Ramadan, 27, warga Dusun Sidodadi, Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo Rabu (18/10).

Damar biasa berkunjung ke Pantai Grajagan pada pagi di luar akhir pekan. Ia datang bersama beberapa temannya. Di samping karena suasana sepi, saat pagi banyak ikan yang bisa dipancing di perairan dangkal. “Beberapa jenis ikan layang dan lemuru berukuran kecil masih ada,” ungkapnya.

Ikan tangkapan itu, kata dia, biasanya dibawa pulang untuk dimasak bersama teman-temannya. “Memancing hanya untuk hiburan saja, hasilnya tidak dijual,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Pantai Grajagan yang semakin sepi pengunjung, sebenarnya masih ada warga yang datang untuk berwisata. Hanya saja, jumlahnya bisa dihitung dengan jari. “Ingin main saja di pantai ini,” ujar Yanuar Putra, 30, warga Dusun Tambakrejo, Desa Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo.

Kedatangannya itu bukan tanpa alasan. Ayah satu anak itu sengaja berwisata ke Pantai Grajagan untuk mengenang masa kecilnya. “Dulu, saya sering diajak bapak main ke sini (Pantai Grajagan),” cetusnya.

Kondisi Pantai Grajagan saat ini, kata dia, sangat berbeda dengan saat dirinya masih kecil dan duduk di bangku sekolah dasar. “Sudah sepi, tapi tetap nyaman untuk dikunjungi karena suasananya yang asri,” katanya.

Panorama di Pantai Grajagan yang menyuguhkan pantai dengan hutan jati itu, sebenarnya sangat indah. Hanya saja, kurang terawat. Jalan menuju ke lokasi pantai, juga rusak berat. Di pantai ini, ada hotel yang bisa digunakan warga. “Kalau mau ke sini (Pantai Grajagan), perlu perjuangan, jalannya rusak,” ujarnya. 

Kunjungan wisata yang sepi ini, berdampak pada pemilik warung di sekitar pantai. Tapi, adanya beberapa nelayan yang kerap berkunjung masih menyelamatkan pendapatannya. “Penghasilan tentu tidak seramai dulu, tapi beruntung ada nelayan yang mampir,” kata pemilik warung, Jami, 50, warga setempat.

Hanya pada beberapa kesempatan, kata dia, pendapatan dari warung bisa meningkat dibandingkan hari biasa. “Waktu ada festival memancing, biasanya pengunjung banyak. Penghasilan juga ikut naik,” ungkapnya.(gas/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#sepi #pengunjung #era 90 an #nelayan #pantai #pemancing #ramai #batu karang