KALIBARU, Jawa Pos Radar Genteng – Kondisi AJS, bocah berumur 10 bulan yang tangannya infeksi yang diduga akibat pemasangan selang infus saat berobat di Puskesmas Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru, kini sudah mulai membaik, Selasa (17/10).
Luka pada tangan bocah yang bernasib malang itu, kini juga sudah mulai berangsur pulih. AJS juga tidak suka rewel lagi. “Kondisinya sudah membaik,” terang ibu kandung AJS, Enggar Puspita, 26, warga Dusun Tegalgondo, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru.
Menurut Enggar, sejak Kamis (12/10) hingga Senin (16/10) ada petugas medis dari Puskesmas Kalibaru Kulon yng datang ke rumahnya, dan memberikan pendampingan untuk penyembuhan anaknya. “Setiap siang datang, mereka kasih salep ke luka anak saya, lalu ambil foto-foto,” ungkapnya.
Hanya saja, jelas dia, salah satu oknum perawat yang disebut punya andil bebar terhadap luka infeksi yang terjadi pada tangan AJS, tidak pernah datang ke rumahnya. “Padahal itu harapan saya, perawat itu minta maaf ke sini agar kami bisa ngobrol baik-baik,” tuturnya.
Akibat kasus ini, Enggar mengaku tidak berniat meminta uang pengobatannya sebesar Rp 765 ribu yang sudah dibayarkan ke Puskesmas Kalibaru Kulon itu untuk dikembalikan. “Saya hanya ingin ada pendampingan sampai anak saya sembuh, dan ada pengakuan salah lalu minta maaf dari Puskesmas,” cetusnya.
Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, pengalaman tidak mengenakkan dialami Enggar Puspita, 26. Saat memeriksakan anaknya AJS yang berusia 10 bulan di Puskesmas Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru, ibu asal Dusun Tegalgondo, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru, mengaku mendapat pelayanan yang kurang mengenakkan hingga berakibat fatal pada buah hatinya, Minggu (15/10).
Tidak hanya pelayanan yang kurang memuaskan, pasien non-BPJS itu menduga ada kelalaian saat para perawat di Puskesmas melakukan penanganan terhadap penyakit anaknya. Akibatnya, tangan kiri anaknya mengalami infeski akibat pemasangan selang infus. “Anak saya itu pada Rabu (4/10) ada gejala sakit,” terangnya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi