TEGALSARI, Jawa Pos Radar Genteng – Sedimen pasir dan lumpur memenuhi sekitar Dam Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Selasa (17/10). Kotoran yang menumpuk itu, oleh petugas Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Bangorejo dan warga sekitar dibersihkan.
Untuk mempermudah pembersihan sedimen, bendungan yang mengaliri persawahan itu dikeringkan. Pengeringan itu juga dilakukan untuk perbaikan dan pengecatan pintu air. “Kami keringkan dengan pintu air dibuka,” ujar Korsda Bangorejo, Sunardi.
Menurrut Sunardi, pengeringan dan pembersihan itu tidak selesai dilakukan sehari saja. Menurutnya, itu sudah dilakukan sejak Senin (16/10). “Pengeringan dilakukan sejak Senin, dan dilanjutkan hari ini (kemarin),” katanya.
Pembersihan sedimen ini, terang dia, dilakukan rutin setiap tahun. Ini untuk memaksimalkan daya tampung air di bendungan. “Agar bendungan bisa menampung air lebih banyak, air itu selanjutnya dialirkan ke persawahan milik petani,” jelasnya.
Pembersihan sedimen ini, terang dia, akan mengurangi pendangkalan dan mengembalikan fungsi saluran air lebih optimal saat debit air meningkat pada musim penghujan. “Ini juga untuk pencegahan banjir,” cetusnya.
Pengeringan ini juga dilakukan di Bendung Setail Teknik, Dusun Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng. “Bersih-bersih sedimen ini dilakukan tepat saat musim kemarau, karena debit air mengecil,” ucap Korsda Genteng Sarwadi.
Menurut Sarwadi, bendungan yang mengaliri 24 desa dengan baku sawah seluas 5.711 hektare itu, memiliki sedimen pasir dan lumpur yang banyak. “Meski sudah sering diambil oleh penambang, pasirnya tetap menumpuk,” ungkapnya.
Pembersihan sedimen pasir dan lumpur yang jumlahnya sangat banyak, lanjut dia, seharusnya dilakukan menggunakan alat berat. Tapi karena ini agenda tahunan, dilakukan dengan alat seadanya. “Dengan cara ini bisa menjaga kekompakan antara petugas pengairan dengan petani,” katanya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi