Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kera di Gunung Srawet Turun ke Perkampungan, Makan Tanaman di Ladang Warga dan Minum di Sungai

Salis Ali Muhyidin • Jumat, 13 Oktober 2023 | 17:30 WIB
RUSAK: Hendrik menunjukkan tanaman papaya yang masih kecil rusak akibat dimakan koloni kera yang turun dari Gunung Srawet ke pemukiman warga Dusun Kebonrejo, Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Kami
RUSAK: Hendrik menunjukkan tanaman papaya yang masih kecil rusak akibat dimakan koloni kera yang turun dari Gunung Srawet ke pemukiman warga Dusun Kebonrejo, Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Kami

BANGOREJO, Jawa Pos Radar Genteng – Puluhan kera yang selama ini hidup di Gunung Srawet, Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, banyak yang turun ke perkampungan penduduk di Dusun Kebonrejo, Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo untuk mencari makanan, Kamis (12/10).

Koloni kera itu turun gunung untuk mencari makan dan minum. Maklum, sejak musim kemarau dengan panas yang cukup menyengat, membuat banyak tanaman dan lahan kering. Sumur milik warga di lereng pegunungan itu juga kering. “kemarau sekarang ini panas sekali,” cetus Hendrik Santoso, 33, salah satu warga yang tinggal di kaki Gunung Srawet.

Menurut Hendrik, akibat kekeringan yang melanda kampungnya, tak sedikit kera dari Gunung Srawet yang turun ke kampung untuk mencari air. “Biasanya siang turun, berkumpul di belakang rumah saya ini,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng seraya menunjuk belakang rumahnya.

Kera itu, jelas dia, turun ke perkampungan dan mencari air minum di sungai. Selain itu, juga memakan tanaman papaya dan buah naga milik warga. “Tanaman papaya rusak karena daun mudanya dimakan kera, buah naga milik tetangga dimakan kera,” terangnya.

Banyaknya kera yang turun ke perkampungan, kata Hendrik, diduga akibat makanan hingga air di atas gunung yang sudah tidak tersedia lagi. Apalagi, di gunung itu mulai banyak ditanami pohon jati, sehingga mengurangi cadangan makanan kera. “Di atas sudah tidak ada apa-apa, makanya banyak (kera) yang turun cari makanan di sini,” tandasnya.

Kepala Desa Kebondalem, Ikhsan mengatakan di desanya ada empat dusun, Dusun Kebondalem, Tanjungrejo, Sendangrejo, hanya Kebonrejo. Dari keempat dusun itu, yang terdampak kekeringan hanya di Dusun Kebonrejo. “Yang parah di di RT 5, RW 1,” ungkapnya.

Iksan menyebut, akibat kemarau panjang dengan panas yang menyengat ini, ada sekitar 40 kepala keluarga (KK) yang terdampak kekurangan air bersih. “Kami sudah berupaya membantu, salah satunya minta bantuan air bersih ke BPBD Banyuwangi. Kami juga sediakan jeriken kosong dan tandon sebagai wadah,” tuturnya.

Terkait banyaknya kera yang turun ke perkampungan, Ikhsan menyebut hal itu sudah kerap terjadi di desanya saat musim kemarau terjadi. “Biasanya hanya turun untuk cari minum saja, kemungkinan makanan di atas sudah tidak ada, jadi turun dan merusak ladang,” pungkasnya.(sas/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#kera #Buah Naga #makanan #makan #Ladang #perkampungan #tanaman #Sungai #warga #gunung #turun