Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sentra Tanaman Semangka Terganggu Debit Air di Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 11 Oktober 2023 | 16:31 WIB
BELUM PANEN: Petani di Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar menyiram tanaman semangka di lahannya, Selasa (10/10).
BELUM PANEN: Petani di Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar menyiram tanaman semangka di lahannya, Selasa (10/10).

MUNCAR, Jawa Pos Radar Genteng – Wilayah Kecamatan Muncar dikenal sebagai sentra tanaman buah semangka. Saat ini, ada sekitar 150 hingga 200 hektare lahan milik petani ditanami buah yang banyak mengeluarkan air itu.

Di wilayah Kecamatan Muncar,dari delapan desa yang ada ada empat desa yang petaninya banyak menanam buah semangka. Keempat desa itu Desa Blambangan, Tembokrejo, Sumbersewu, dan Kumendung. “Empat desa ini paling banyak tanaman buah semangka,” ujar Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Muncar, Eva Ermawati.

Dari empat desa itu, jelas dia, Desa Tembokrejo dan Sumbersewu yang paling dominan. Di dua desa ini, hampir seluruh lahan pertaniannya ditanami buah semangka. “Untuk Desa Blambangan dan Kumendung hanya sebagian saja,” jelasnya.

Menurut Eva, luas tanam komoditas semangka di Kecamatan Muncar sangat besar. Totalnya antara 150 sampai 200 hektare. Untuk sisanya, ada padi, jagung, bawang merah, dan komoditas lainnya. “Saat ini petani semangka di Muncar sedang musim mengawinkan, belum ada yang panen,” cetusnya.

Semangka yang dibudidayakan petani di Kecamatan Muncar, jelas dia, seluruhnya jenis hibrida yang umur simpan setelah panen lebih lama. “Semangkanya memang khusus untuk dijual,” terangnya.

Salah satu petani Sutomo, 53, warga Dusun Krajan, Desa Sumbersewu mengaku menanam buah semangka di musim kemarau ini masalah air. “Masa kemarau ini debit air turun,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Sutomo menyebut, untuk mengaliri tanaman buah semangka petani menyedot air dari sumur bor yang sudah disiapkan. Air dari sumur bor itu, dialirkan ke parit. “Saat ini sedang musim kawin, ini membutuhkan banyak air tapi tidak sebanyak tanaman padi,” ungkapnya.(gas/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#Tanam #sentra #Dominan #Petani #hektare #buah #debit air #semangka