GLENMORE, Jawa Pos Radar Genteng – Pohon trembesi berukuran besar di pinggir jalan raya Dusun Krajan, Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore ambruk hingga menutup badan, Kamis (5/10). Akibarnya, jalan utama jurusan Banyuwangi-Jember itu sempat macet total.
Tidak ada korban jiwa dalam t pohon yang tumbang secara perlahan sekitar pukul 10.00 itu. Saat pohon roboh, tidak ada kendaraan yang melintas. “Tidak ada korban jiwa, pohonnya tumbang secara perlahan-lahan hingga pengguna jalan bisa menyelamatkan diri,” kata anggota Koramil 0825/16 Glenmore, Serda Moh Fausi.
Fausi yang tengah melintas saat pohon itu ambruk, mengaku langsung berhenti dan melaporkan ke Polsek Glenmore dan Satpol PP Glenmore. “Kita bareng-bareng warga mengevakuasi pohon tumbang itu,” ujarnya.
Fausi menyebut, pohon trembesi dengan diameter sekitar 40-sampai 50 centimeter yang ambruk melintang di jalan raya itu, langsung dipotong menggunakan mesin gergaji. “Pemotongan dilakukan beramai-ramai, karena arus lalu lintas juga ramai,” ungkapnya.
Proses evakuasi pohon trembesi yang juga membuat jaringan listrik terputus akibat kabel tertimpa pohon itu, membutuhkan waktu sekitar satu jam. “Prosesnya cepat karena banyak yang membantu, sekitar pukul 11.00, batang pohon sudah selesai dipinggirkan semua (potongan kayu),” ujarnya.
Kanit Lantas Polsek Kalibaru, Aipda Aries Prasetyanto mengungkapkan, akibat pohon tumbang itu arus lalu lintas di jalan sebelah barat Pondok Pesantren (Ponpes) Umul Quro itu sempat tersendat. “Ada sedikit kemacetan akibat insiden tersebut,” ujarnya.
Aries menyebut, saat proses evakuasi jalan sempat ditutup sementara. Selanjutnya diurai menggunakan rekayasa lalu lintas. “Kita lakukan buka tutup, pohon yang tumbang nyaris menutup seluruh badan jalan,” katanya seraya menyebut kendaraan roda dua baru bisa melintas setelah evakuasi selesai dilakukan.
Agen Informasi BPBD Jawa Timur (Jatim) Ismanto menduga pohon ambruk itu lantaran kondisi akar yang sudah lapuk. “Kami sudah sering laporkan ke dinas terkait terkait pohon-pohon yang sudah waktunya ditebang agar tidak membahayakan,” cetusnya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi