Tiak hanya merembet hingga ke perkebunan tebu, api yang membakar tumpukan sampah di lubang pinggir jalan itu juga menimbulkan asap tebal hingga mengganggu pengguna jalan raya. “Kami dapat laporan kebakaran di TPS (tempat pembuangan sampah) liar, ternyata di dekat Sasak Mayit (Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan),” kata Koordinator Damkar Genteng, Sutikno.
Menurut Sutikno, kebakaran itu bermula dari kerja bakti yang dilakukan Pemerintah Desa Genteng Wetan dengan bersih-bersih di sekitar jembatan Sasak Mayit. Sampah dalam bersih-bersih itu, ditumpuk di TPS liar. “Sampahnya lalu dibakar di TPS liar itu,” ujarnya.
Meski sampah yang dibakar itu ditunggu oleh petugas dari pemerintah desa, terang dia, tiba-tiba dari tumpukan sampah yang lain muncul api yang tidak lama membesar dan menyebar. “Kemungkinan petugas tidak tahu kalau ada titik api di tumpukan sampah, apalagi cuacanya sedang terik,” katanya seraya menyebut kebakaran itu terjadi sekitar pukul 09.10 dan api bisa dipadamkan setelah berjuang 30 menit.
Sutikno menduga, api yang muncul dari tumpukan sampah itu dari puntung rokok yang dibuang seseorang yang lokasinya tidak jauh dari lokasi kerja bakti. “Kalau saya cek di lokasi, sampah yang dibakar dalam kerja bakti, tidak terlalu jauh dengan titik api yang membesar itu. Kemungkinan puntung rokok dibuang, lalu ditinggal,” ungkapnya.
Kepala Desa Genteng Wetan, H Syukri mengakui mengadakan kerja bakti di sekitar Sasak mayit. Saat bersih-bersih itu, juga membakar sampah. “Sampah yang terbakar itu di bawah jembatan, di tempat itu sampah menumnpuk,” katanya.
Syukri menyebut, kerja bakti yang dilakukan itu tidak hanya dilakukan oleh Pemerintah Desa Genteng Wetan saja, tapi juga Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Genteng. “Kita sedang kerja bakti bersama-sama,” dalihnya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi